Demi Bertemu Ayah, Remaja Ini Rekayasa Penculikan

mirror.co.uk

mirror.co.uk

Beijing - Remaja pria warga Cina ini sangat merindukan kasih sayang orang tuanya yang bekerja di kota. Xiao Zheng, 13 tahun, nama remaja itu berharap dapat menghabiskan waktu lebih banyak bersama orang tuanya, sehingga muncul ide untuk  merekayasa penculikan dirinya sendiri.

Mengutip Mirror, saat ayahnya yang bermaksud balik ke kota untuk bekerja setelah mengunjungi Xiao yang tinggal di rumah kakek dan neneknya di kampung, Xiao bersembunyi di belakang rumah, mengikat tangan serta kakinya.

Xiao kemudian mengirim pesan singkat di telepon seluler ayahnya  yang menjelaskan dirinya diculik. "Ayah, tolong. Saya telah diculik dan mereka tidak ingin melepaskan saya," isi SMS Xiao.

Panik dengan kejadian itu, ayah Xaio menelepon polisi untuk menemukan anaknya yang dikiranya jadi korban penculikan.  Polisi kemudian melakukan pencarian dan Xaio ditemukan.

Namun polisi curiga dengan penjelasan Xaio karena saat ditemukan, korban duduk sendiri dan bermain dengan telepon genggamnya. Remaja itu kemudian dibawa ke kantor polisi.

Setelah diinterogasi, Xaio mengaku berpura-pura diculik dan mengikat dirinya dengan menggunakan gigi.  Ia merekayasa penculikan dirinya karena terlalu rindu dengan ayahnya dan mencari jalan agar pria itu tetap tinggal bersamanya.

Ayah anak itu dipertemukan di kantor polisi dan berjanji akan mencari cara terbaik untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama anaknya itu termasuk bekerja dekat rumah mereka di desa Shilin. (tempo.co)