DBD di Pidie Capai 189 Kasus, Masyarakat Diharapkan Jaga Kebersihan

Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr Fajriman

Sigli -  Jumlah Kasus Demam Berdarah Deague (DBD) di kabupaten Pidie sepanjang 2016 hingga Januari 2017 mencapai 189 kasus penyakit yang dirawat di RSU Tgk Chik di Tiro Sigli. Kecamatan Mutiara Timur jumlah tertinggi penderitanya.

Data yang diperoleh acehportal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pidie, kasus DBD terjadi di  23 Kecamatan. Namun, penderita berhasil ditangani petugas pukesmas maupun yang dirujuk ke RSU Daerah dan Swasta.

Kepala Dinas kesehatan, dr Fajriman menjelaskan, kasus DBD paling tinggi terjadi pada Januari, Oktober, November dan Desember, saat memasuki musim hujan.  Sedangkan di bulan lain sangat sedikit kasusnya.

“Pada Januari terdapat 34 kasus positif DBD. Oktober, November dan Desember masing-masing 24 kasus," rincinya.

Dalam setahun  kasus yang berhasil didata petugas kesehatan disejumlah kecamatan, seperti Kecamatan Mutiara Timur (29 kasus), Pidie  (25 kasus), Kota Sigli (19 kasus), Mutiara (12 kasus), Kembang Tanjong (11 kasus), Muara Tiga (11 kasus), Peukan Baro (10 kasus).

“Kalau di kecamatan lainnya jumlahnya berada dibawah 10 kasus. Semuanya berhasil ditangani puskesmas masing-masing,” ujarnya.

Untuk mengurangi jumlah DBD, Fajriman mengimbau kepada petugas medis di seluruh kecamatan, untuk tetap siaga di tempat dan terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat,  agar senantiasa selalu  menjaga kebersihan lingkungan dengan program 3 M (Membersihkan, Menguras tempat air dan Menutup tempat air).

“Kepada masyarakat kita mengharapkan  agar selalu membersihkan lingkungan, sehingga tidak ada tempat untuk berkembang biaknya nyamuk berbahaya itu,” pungkasnya. (aju)