WNA Hilang di Pulau Sumatera, SAR Aceh Lakukan Pencarian

Petugas kapal tunda Pelindo I memonitor Kapal Pesiar MS Silver Discoverer berbendera Bahamas yang membawa 80 wisatawan dari Eropa, ketika meninggalkan Pelabuhan Belawan, di Medan, Sumatera Utara, Minggu (13/11).

Singkil - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor SAR Banda Aceh, Provinsi Aceh, menegaskan bahwa pencarian dua wisatawan warga negara asing yang dilaporkan hilang di wilayah Pulau Sumatera akan terus dilakukan sesuai standar operasional prosedur.

Kepala Kantor SAR Banda Aceh Suyatno, di Meulaboh, Minggu (8/1) malam, menjelaskan, berdasarkan penelusuran, pihaknya mendapatkan tanda-tanda keberadaan lokasi terakhir dua WNA tersebut, yakni di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

"Informasi awal hilang warga asing itu dari Kedutaan Besar Jerman awal 2017, kemudian dikirim ke kantor SAR, kemudian kami menggali informasi dari semua lini. Dalam laporan itu tidak disebutkan dimana, hanya di pulau terpencil di Sumatera," katanya lagi.

Suyatno menyebutkan, kedua WNA tersebut, yakni Yvan Ghislain Nico Meers (36), warga negara Belgia, jenis kelamin laki-laki, dan Lina Kall (31), warga negara Jerman, perempuan. Pencarian keduanya telah mulai dilakukan sejak Jumat (6/1/2017) siang.

Pencarian dilakukan pihaknya dengan kekuatan Satgas SAR Pulau Banyak, TNI AL, polisi perairan serta unsur terkait lainnya.

Upaya pencarian dilakukan menyisir pulau-pulau terluar, mencari informasi dari saksi mata dan tanda-tanda keberadaan kedua WNA itu.

Menurutnya, operasi tersebut dimulai dengan mengumpulkan saksi-saksi yang melihat dan menemukan tanda-tanda keberadaan kedua WNA itu, namun kantor SAR Banda Aceh belum berani menyatakan jadwal pasti kedatangan mereka ke daerah tersebut.

Koordinator Pos SAR Simeulue yang membawahi Satgas SAR Pulau Banyak, Rahmad Kenedy menambahkan, Satgas SAR telah mendarat di tujuh pulau terluar kawasan yang dicurigai keberadaan WNA itu berdasarkan keterangan dari saksi.

"Tim masih akan melakukan validasi informasi yang diberikan saksi-saksi, mengingat hingga hari ketiga hasil pencarian masih nihil. Sepenuhnya operasi ini dikendalikan oleh kantor SAR Banda Aceh sampai batas waktu yang ditentukan," katanya lagi.

Kenedy menjelaskan, dasar pencarian itu adalah surat perintah Basarnas kepada kantor SAR Banda Aceh terkait adanya dua WNA yang dilaporkan kedutaan mereka, karena belum ada kontak dengan keluarganya setelah mengirimkan pesan singkat terakhir "ucapan ulang tahun". Dalam terjemahan pesan singkat yang dikirimkan Lina kepada keluarganya di Jerman itu tidak ada penyampaian dalam emergensi.

Berdasarakan laporan yang diterima via faksimil kepada kantor SAR Banda Aceh, Kedubes Belgia dan Kedubes Jerman, menyebutkan, kedua WNA tersebut berencana ke Sumatera melalui Malaysia menggunakan perahu tanggal 21-22 November 2016.

Keduanya masuk Indonesia pada 24 Desember 2016, dan belum ada catatan telah keluar dari Indonesia.

Mereka seharusnya kembali ke Frankffurt tanggal 1 Januari 2017, namun hingga kini keluarga belum mendapat kabar tentang keduanya.

"Laporan dari tim, sudah bertemu dengan warga penjaga Cottage De Point, dan menurut pengakuan penjaga selama bulan Desember 2016 tidak pernah melihat ada turis yang bermain kayak atau pun singgah ke tempat mereka," katanya pula. (Kompas.com)