Petani Peukan Bada Kewalahan Hadapi Serangan Burung

Foto: Acehportal

Foto: Acehportal

Aceh Besar - Akibat banyaknya hama burung pipit yang bermain di areal persawahan, membuat para petani di kawasan Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, kewalahan mengawasinya.  Apalagi, tanaman padi warga sudah mulai berbiji.

Seringnya burung bermain di areal persawahan,  warga dibeberapa perkampungan di Kecamatan Peukan Bada itu, seperti Gampong Lam Manyang dan Lamteh, terpaksa harus memasang penghalangnya.

Hasil pantauan wartawan di lokasi, Minggu (08/01), warga terlihat disibukkan mengawasi burung pipit, karena biji padi sudah mulai tumbuh beberapa waktu yang lalu. Di atas petak sawah, mereka memasang jaring dan benang nilon, supaya menghalangi serangan burung.

Selain itu, ada juga yang memasang orang-orangan, guna menakut-nakuti kawanan burung pipit. Hal itu dilakukan setiap kali warga menanam padi.

“Kalau kita tidak memasang jaring atau benang nilon habis semua biji padi dimakan burung pipit,” kata seorang warga Gampong Lamteh, Nurdin (63), saat mengawasi hama burung di pinggir areal sawahnya.

Untuk mengawasi serangan hama burung, petani di perkampungan itu hampir saban hari harus menjaganya. Walaupun mereka sudah memasang penghalang bagi kawanan pemangsa tanaman padi itu.

“Warga bahkan mengawasinya dari sejak pagi hingga sore. Itu kami lakukan setiap hari, hingga burungnya tidak muncul lagi,” ujarnya.

Pengawasan itu dilakukan warga,  untuk menghindari terjadinya gagal panen. Karena, jika tidak, petani bisa mengalami kerugian.

“Tapi kadang-kadang yang membuat gagal panen itu, karena faktor kekurangan air, seperti musim kemarau. Namun, kali ini kami tidak kekurangan air, karena masih terjadi hujan,” ungkapnya.

Selain itu, gagal panen juga terjadi  jika banjir menerjang di areal persawahan mereka. Karena, apabila padi terendam air bisa menghambat pertumbuhan tanaman tersebut. (adi)