Faktor Cuaca, Pengaruhi Kenaikan Harga Ikan di Banda Aceh

Foto: Acehportal

Foto: Acehportal

Banda Aceh - Curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhi ini di sejumlah wilayah di Aceh, mempengaruhi kenaikan harga ikan seperti di Banda Aceh dan Aceh Besar. Kenaikan harga tersebut tidak mempengaruhi perminataan masyarakat.

Seorang pekerja di tempat pengolahan ikan kayu, di Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Muhammad Sabri (18) mengkui, kenaikan harga ikan dalam beberapa hari ini, karena cuaca buruk, yang menyebabkan pendapatan nelayan menurun.

“Ini karena persediaan ikan sedikit, akibat cuaca buruk, sehingga harganya pun mengalami kenaikan,” kata Sabri kepada wartawan, Sabtu (07/01).

Sabri merincikan, ikan jenis tongkol yang dibeli pemilik usaha pengolahan ikan kayu dari para nelayan di tempat pelelangan ikan (TPI) baru Lampulo, dengan harga mulai Rp450 ribu hingga Rp500 ribu pe keranjangannya, yang setiap keranjang seberat 28 Kg.

Sementara mereka menjualnya kepada para pedagang, setelah diolah menjadi ikan kayu (keumamah) seharga Rp60 ribu/Kg. Harga tersebut mengalami lonjakan dibandingkan pada akhir tahun lalu.

“Sebelumnya harga yang kami jual sebesar Rp35 ribu/Kg,” sebutnya, sembari menambahkan, mereka bisa menghabiskan ikan kayu  sekitar 100 Kg/hari.

Namun, walaupun harga ikan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir ini, para pembeli masih tetap terjadi seperti biasanya. Adapun pemesan ikan kayu olahan tempat usaha mereka, itu rata-rata para pedagang di pasar Lambaro, Aceh Besar. (adi)