2 Turis Eropa Dilaporkan Hilang di Pulau Banyak

Paspor turis warga negara Belgia dan Jerman yang dilaporkan hilang di Pulau Banyak. sumber foto:serambinews

Singkil – Dua turis eropa dilaporkan hilang di Pulau Banyak, Aceh Singkil, sejak 6 Desember lalu. Masing-masing, Keil Lina perempuan warga negara Jerman, nomor paspor C791C2WX8D dan seorang lagi Yvan Gmislain, laki-laki warga Belgia, dengan nomor pasport EM 436405.

Walau sudah sebulan tak ada kabar beritanya, informasi dua bule itu, baru diterima Serambinews.com, Sabtu (7/1/2017) siang. Bahwa saat ini tim SAR serta Muspika Pulau Banyak, sedang melakukan pencarian turis hilang.

Menurut informasi pada 5 Desember lalu, dua warga eropa itu menginap di losmen Lae Kombih, di Desa Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak.

Esoknya mereka keluar untuk pergi kemah dengan naik kayak sewaan dari warga setempat.

Akan tetapi tasnya dititip di penginapan Lae Kombih, tanpa memberitahu daerah tujuan. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan si bule tak juga kembali.

“Mereka masuk Pulau Banyak 5 Desember, menginap di Lae Kombih. Tanggal 6 Desember check out dari penginapan karena mau kemping dan menitipkan tasnya di penginapan. Mereka pergi tanpa memberitahu tujuannya menggunakan kayak sewa,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian dikonfirmasi hal tersebut.

Menurut Kapolres saat ini Tim SAR dan Muspika Pulau Banyak, sedang melakukan pencarian. Namun belum membuahkan hasil.

Sementara itu, Camat Pulau Banyak, Rudi Faisal, menyatakan pihaknya masih memperdalam informasi hilangnya turis asing tersebut.

Lantaran terjadi simpang siur informasi antara data dari Kemenlu/SAR dengan data yang diperoleh pihaknya di lapangan. “Mohon maaf kami masih melakukan pendalaman informasi tersebut,” kata Rudi.

Dijelaskan berdasarkan data dari Kemnelu, Basarnas dan Kantor SAR Banda Aceh, ada dua warga negara asing (WNA) masuk Indonesia 24 Desember 2016.

Seharusnya mereka sudah berada di Frankfurt, Jerman pada 1 Januari 2017, tapi keluarga belum mendapat kabar keberadaan dua WNA itu.

“Pihak Kemenlu, Basarnas dan kantor SAR Banda Aceh, meminta bantuan kepada kami mengecek informasi tersebuut,” jelas Camat Rudi.

Informasi itu, berbeda dengan waktu kedatangan turis yang menginap di Lae Kombih. Sebab mereka masuk 5 Desember dan check out esok harinya 6 Desember. Kemudian tidak kembali hingga hari ini, walau barangnya masih dititipkan.

Sehingga belum bisa dipastikan apakah yang hilang di Pulau Banyak, merupakan orang yang sama dengan data dari Kemenlu.(serambi)

Komentar

Loading...