Polri Dalami Adanya Tersangka Lain Terkait Buku Jokowi Undercover

Instagram.

Instagram.

Jakarta - Kasus dugaan penyebaran kebencian lewat buku "Jokowi Undercover", penyidik Polri masih mendalaminya, terutama untuk mencari kemungkinan tersangka lain. Hingga saat ini, polisi baru menetapkan penulis buku itu Bambang Tri Mulyono sebagai tersangka.

"Nanti akan ada yang diambil keterangan (untuk mengetahui) cetak dan distribusinya di mana? Siapa yang bantu," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, di ruang Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (03/01).

Adapun pihak-pihak lain yang dimintai keterangan jelasnya, belum sampai pada kesimpulan bagian dari tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rikwanto menambahkan tersangka memasarkan bukunya lewat media sosial. Selain itu, Bambang diketahui mencetak sendiri bukunya. "Dia pernah menawarkan ke penerbit, tapi ditolak," ucapnya.

Menurut Rikwanto, penyidik masih mencari tahu berapa banyak buku yang sudah terjual dan siapa pembelinya. Saat ini, Bambang masih tertutup dalam memberikan keterangan.

Bambang ditangkap di Tunjungan, Blora pada Jumat, 31 Desember 2016. Akibat perbuatannya, Bambang dikenai pasal 45 huruf a ayat 2 Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, pasal 16 Undang-Undang tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta Pasal 207 KUHP karena sengaja di depan umum menghina penguasa atau badan umum di Indonesia.

Menurut Rikwanto, dalam menulis bukunya Bambang tidak menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengambil bahan buku ini dari media sosial dan dianalisa sendiri

Rikwanto menjelaskan isi buku ini tidak didasari studi yang komprehensif yang dibenarkan secara akademis. "Jadi isinya hanya hal-hal yang beredar dunia maya. Tidak ada sama sekali check and recheck," ujarnya. (tempo.co)