Ekonomi Masyarakat Aceh Bisa Ditingkatkan Lewat Potensi Wisata

foto : istimewa

foto : istimewa

Banda Aceh - Guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi masyarakat di Aceh, perlu dikembangkan potensi wisata di setiap daerahnya. Karena provinsi paling ujung barat Sumatera ini, memiliki banyak lokasi wisata yang bisa dikembangkan.

"Sektor wisata merupakan salah satu penyumbang devisa negara dan menampung banyak tenaga kerja," kata Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi dalam kegiatan sosialisasi wisata halal di Banda Aceh, kemarin.

Ia menjelaskan untuk memanfaatkan potensi wisata yang tersebar di seluruh kawasan di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu, maka perlu pelayanan terbaik kepada setiap tamu sehingga akan mendatangkan banyak pelancong ke daerah tersebut.

"Artinya, pelayanan yang baik kepada setiap tamu merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat di daerah kawasan wisata," katanya.

Ia menyebutkan terdapat 803 objek wisata di Provinsi Aceh, namun potensi tersebut belum semuanya menjadi destinasi wisata yang dikunjungi oleh wisatawan.

"Aceh punya garis pantai yang cukup panjang, punya kuliner yang enak dan aktivitas budaya yang sangat menarik, di wilayah tengah punya alam yang bagus, di timur wisata budaya. Kita punya potensi yang luar biasa," katanya.

Ia menambahkan wisata halal merupakan kebutuhan bagi wisatawan muslim di dunia yang setiap tahunnya berkeliling dunia. Ia mencontohkan wisman Muslim dari Malaysia yang dominan datang ke Aceh setiap tahunnya, selalu meminta kepastian makanan halal dan hotel yang dekat dengan masjid.

Menurut Reza, tujuan menjadikan Aceh sebagai tujuan wisata halal bukan semata-mata untuk bisnis, akan tetapi murni perintah agama, mengingat Aceh merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam.

"Soal halal ini sudah menjadi standar global, dunia sudah mengatur itu maka kita harus mempersiapkan diri, jadi bagaimana kita perkenalkan Islam, kehidupan Islami yang ramah dan memberikan pelayanan yang baik," katanya.

Sosialisasi wisata halal untuk kalangan jurnalis tersebut diselenggarakan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. (antara)