Terkendala Jembatan, Akses Bantuan Korban Banjir Sulit Terjangkau

Foto: Analisadaily

Foto: Analisadaily
Foto: Analisadaily

Singkil - Walaupun banjir Singkil sudah mulai surut, namun di bebe­rapa lokasi masih tergenang sehingga menyulitkan warga, Jumat (2/12).

Di kawasan Ujung Bawang ruas jalan provinsi masih te­ren­dam setinggi satu meter, sehingga hanya dapat dile­wati mo­bil berbadan besar.

Berbagai bantuan sudah mengalir untuk warga Singkil yang merupakan lokasi banjir terparah yang meliputi 16 desa.

Namun bantuan masih antre di ka­wasan Singkil Utara karena jem­batan yang menghubungkan jalan yang rusak akibat banjir tidak mampu menopang mobil bermuatan berat.

Kepala Dinas Perhubungan dan Informatika Aceh Singkil. Edi Harto­no menyebutkan, jembatan yang ter­buat dari batang kelapa itu tidak mam­pu menopang beban truk bantuan. Pihak kabupaten mengangkut bantuan dengan cara menyicil ke Sing­kil.

Menurut Edi, kontruksi jembatan seharusnya dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu menopang beban berat.

Kepala Dinas PU Aceh Singkil, Muz­ni mengatakan pihaknya sedang memindahkan jembatan balley dari tempat lain ke lokasi jalan yang rusak. Dia tidak menjelaskan kapan akan bisa dipa­kai jem­batan balley tersebut agar kendala itu segera bisa diatasi.

Dilaporkan hingga saat ini satu satunya SPBU di Singkil  be­lum mendapat pasokan bahan bakar mi­nyak (BBM). Akibat­nya, pedagang eceran menjual premium Rp30 ribu- Rp35 ribu/liter.

Elpiji ukuran 3 kg dijual Rp35 ribu/tabung, namun elpiji jarang ditemu­kan. Pedagang membawa elpiji de­ngan betbagai cara, sesampainya di Sing­kil langsung diserbu warga hing­ga elpiji habis.

Sumber: Analisadaily