Pencuri Bobol Distributor Kartu Seluler di Aceh Barat

ilustrasi @SHUTTERSTOCK

Meulaboh, (Acehportal) - Distributor kartu perdana seluler di Jalan Manekroo, Meulaboh dibobol pencuri dan berhasil menyikat sebanyak 19.000 pcs kartu. Akibatnya perusahaan tersebut me­ngalami kerugian Rp731.240.000.

General Manajer PT Catalist Integra Prima Meulaboh, Epi Safrizal, Senin (3/10) kepada wartawan mengatakan, kawanan pencuri belum dapat dipastikan kapan beraksi karena kejadian baru diketahui pada Senin (3/10) pagi oleh salah satu karyawan kebersihan. Pada Minggu (2/10) semua pegawai libur, sedangkan Sabtu (1/10) ha­nya bekerja hingga pukul 16.00 WIB.

Dijelaskan, selain kartu, dua rekorder CCTV juga turut disikat kawanan pencuri untuk menghilangkan jejak. Kaca dan pintu brankas tempat penyimpanan kartu selu­ler yang terkunci tidak mengalami lecet. Proses pengeluaran barang melalui pintu be­lakang, karena tidak mungkin lewat de­pan dengan jumlah kartu yang cukup ba­n­yak dan membutuhkan waktu satu jam mengumpulkannya.

Anehnya lagi, ungkap Epi, cuma kartu se­luler saja yang menjadi target mereka sedang­kan laptop, komputer, televisi dan barang elektronik lainnya tidak diganggu, padahal semua ruang sudah terbuka,” ung­kapnya.

Mengingat begitu rapinya kerja para pe­laku, timbul kecurigaan adanya keterlibatan orang dalam. Untuk itu pengusutan sudah diserahkan sepenuhnya kepada Polsek dan tim investigasi dari Polres Aceh Barat. “Kita hanya menunggu informasi hasil investigasi dari pihak kepolisian,” katanya.

Adapun daftar barang yang hilang berupa kartu Simpati LTE 4G 50K sebanyak 5.364 senilai Rp268.200.000, Simpati LOOP LTE 30K sebanyak 8.500 senilai Rp255.000.000, Simpati LTE Trio 5.600 senilai Rp56.000.000, Perdana Aktif Exlore 5 GB 1.873 senilai Rp149.840.000 dan dua unit rekorder CCTV dengan nilai Rp2.200.000. Jumlah total 19 ribu Pcs kartu senilai Rp731.240.000.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Pri­yambodo Nugroho SIK, Senin (3/10) membenarkan terjadinya aksi pencurian di perusahaan Telkomsel tersebut. Pihaknya sudah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.

”Apakah aksi pencurian ini betul-betul murni dilakukan kawanan penjahat ataupun ada kerja sama dengan orang dalam, kita masih tunggu dari hasil olah TKP,” tandas Kapolres.(analisa)

Komentar

Loading...