Pelecehan Seksual Siswi, PGRI Abdya Prihatin

Ilustrasi pemerkosaan. ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com
Ilustrasi pemerkosaan. ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com

Blangpidie, (Acehportal) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku pri­hatin atas terjadinya kasus dugaan pele­cehan seksual yang dilakoni IN (50), oknum guru SMKN 3 Abdya terhadap seorang sis­winya.

Rasa keprihatinan tersebut disampaikan Ketua PGRI Abdya, Jauhari S.Pd kepada wartawan, Rabu (28/9). Menurutnya, kasus tersebut telah membuat nama baik dunia pendidikan Abdya khususnya dan Indonesia secara umum menjadi tercoreng, mes­kipun kasus dimaksud masih dalam bentuk dugaan dan belum jelas ketetapan hukumnya.

“Guru seharusnya menjadi contoh atau tauladan yang baik bagi para siswa, namun ini malah sebaliknya, sehingga menjadi per­bincangan hangat di tengah-tengah masya­rakat  Abdya,” katanya.

Dikatakan, pihaknya telah menjumpai gu­ru bersangkutan guna menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Apakah betul dia melaku­kan perbuatan memalukan itu, namun dengan tegas guru tersebut membantah tuduhan dan mengaku tidak pernah melakukan perbuatan bejat seperti dituduhkan.

Sebagai organisasi tempat bernaungnya para guru, PGRI Abdya sudah berupaya mem­berikan hal terbaik bagi guru maupun siswi tersebut dan mempercayakan pengu­sutan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk penyelesaian kasusnya hingga tuntas.

“Kalau tindakan pelecehan seksual itu benar terbukti dilakukan oleh oknum guru bersangkutan, maka harus segera diproses se­suai dengan ketentuan hukum yang berlaku, namun jika tidak terbukti bersalah, PGRI me­minta agar nama baik guru yang sudah ter­coreng dengan kasus itu, agar segera diber­sih­kan kembali,” ujar Jauhari.

Proses hukum harus tetap berjalan guna membuktikan benar atau tidaknya kasus ini. Tetapi kegiatan belajar-mengajar di sekolah tidak boleh terhenti karenanya. Dalam arti kata, IN harus tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang guru selama belum ada ke­pu­tusan tetap dari pihak berwajib.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum gu­ru SMKN 3 Abdya berinitial IN dilapor­kan ke pihak yang berwajib dengan tuduhan berbuat tidak senonoh terhadap salah seorang anak didiknya. Korban menyatakan tidak tahan dengan prilaku cabul oknum guru itu, sehingga terpaksa melaporkan kasus tersebut ke wali kelas dan kemudian diteruskan ke pihak berwajib.(Analisa)

Komentar

Loading...