Pelaku Perampokan Pondok Indah Mengaku Pernah Jadi Sekuriti di ExxonMobil

Petugas mengamankan salah satu dari dua pelaku penyanderaan di Jalan Bukit Hijau VII Nomor 17 Pondok Indah, Jakarta, 3 September 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

Petugas mengamankan salah satu dari dua pelaku penyanderaan di Jalan Bukit Hijau VII Nomor 17 Pondok Indah, Jakarta, 3 September 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah
Petugas mengamankan salah satu dari dua pelaku penyanderaan di Jalan Bukit Hijau VII Nomor 17 Pondok Indah, Jakarta, 3 September 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

Jakarta, (Acehportal) - Seorang pelaku perampokan di Pondok Indah berinisial AJ mengaku pernah bekerja sebagai sekuriti di ExxonMobil. Pengakuan tersebut terus diklarifikasi kebenarannya oleh polisi.

"Informasi dari pengakuan (AJ) begitu, namun sementara kami dalami dan terus diklarifikasi karena kan masih sepihak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiono saat dihubungi detikcom, Minggu (4/9/2016).

Korban perampokan, Asep Sulaeman sendiri pernah menjabat sebagai Senior Vice President Affiliates di Indonesia. Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto sebelumnya menyatakan bahwa korban dan pelaku tidak saling mengenal.

Saat digelandang dari lokasi perampokan hingga tiba di Polda Metro Jaya, AJ sempat mengatakan beberapa hal, namun menurut Awi, pernyataan tersebut kerap berubah-ubah. Walau begitu, setiap pengakuan dari pelaku pasti akan menjadi bahan penyelidikan.

"Temuan ini kan terus berkembang, fakta hukumnya nanti akan mengerucut. Kita ngikut saja, dia ngaku sebagai sekuriti Exxon, kami catat," jelas Awi.

Selain itu, kata Awi, Asep Sulaeman yang merupakan korban perampokan masih belum dimintai keterangannya. Polisi tak dapat serta merta menyimpulkan apabila pengakuan dari kedua belah pihak belum didapat secara jelas.

"Korban belum dapat kami mintai keterangan karena masih shock, jadi semua masih terus mengerucut, dan masih didalami," jelas Awi.(detik)

Komentar

Loading...