Banyak Galian C Ilegal Terjadi di Aceh Utara

Foto: Analisa
Foto: Analisa

Lhoksukon, (Acehportal) - Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Aceh Utara, Nuraina, mengakui banyak aktivitas galian C tanpa izin (ilegal) di kabupaten ini. Masyarakat dan pihak terkait diharapkan bekerja sama untuk menghentikan aktivitas yang mengakibatkan kerusakan ling­kungan itu.

“Seharusnya kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan masyarakat setempat bekerja sama untuk menghentikan aktivitas galian C liar yang ada di Aceh Utara. Banyak ga­lian C ilegal di Aceh Utara, semen­tara yang legal bisa dihitung jari. Kita harapkan masyarakat berperan di depan untuk menghentikannya,” harapnya, Senin (8/8).

Dikatakannya, eksploitasi galian C liar di Aceh Utara terdapat di beberapa ke­camatan, yaitu Langkahan, Paya Ba­kong, Sawang, Nisam, Matangkuli, dan Cot Girek. Eksploitasi galian C di kecamatan-kecamatan tersebut tergo­long sudah parah. Pihak kepolisian diharapkan segera menghentikannya.

Disebutkannya, aktivitas galian C ilegal di Langkahan, Aceh Utara, sudah lama berlangsung, namun hingga saat ini belum ada pihak yang meng­hen­tikannya. Aktivitas liar ini menu­rutnya dibeking oleh pihak tertentu sehi­ngga pihak perusahaan berani mela­ku­kannya.

Menurutnya, tidak mungkin jika penegak hukum terkait tidak menge­tahui aktivitas ini karena wilayah Langkahan tidak luas.

“KLH meng­apresiasi Polres Aceh Utara yang telah menutup beberapa aktivitas galian C ilegal di kabupaten ini,” ungkapnya.

Ditambahkan Nuraina, perusahaan yang melakukan eksploitasi galian C di Langkahan tidak memperhatikan lingkungan dan tidak menyejahterakan masyarakat sekitarnya dan merugikan daerah.

Kapolsek Langkahan, Ipda Sudiar­no saat ditemui Analisa mengaku tidak tahu adanya aktivitas galian C illegal di daerah ini. Dia baru beberapa bulan bertugas di kecamatan tersebut.

“Saya baru di Langkahan sehingga belum ada laporan tentang adanya aktivitas galian C ilegal di Langkahan. Saya akan turun langsung ke lokasi untuk membuktikannya,” janjinya.

Pantauan Analisa, Senin (8/8), ruas jalan Langkahan hancur karena setiap hari dilintasi puluhan truk pengangkut galian C. Masyarakat mengaku tak berani memprotes aktivitas galian C ilegal tersebut. Akibat aktivitas ilegal itu, Aceh Utara kerap dilanda banjir. (Analisa)

Komentar

Loading...