Ingin Kuasa SDA, Asing Racuni Generasi Aceh dengan Narkoba

Banda Aceh, (Acehportal) - Dengan maraknya peredaran narkoba yang diselundupkan ke Aceh saat ini, terindikasi adanya upaya pihak asing ingin menguasai sumber daya manusia (SDA) yang dimiliki Aceh. Caranya dengan terlebih dahulu ‘meracuni’ generasi muda Aceh dengan narkoba.

Kanit 1 Satnarkoba Polresta Banda Aceh, AKP Tanamal Rizal m­e­ngung­kapkan, bandar narkoba dari luar negeri terutama dari Tiongkok dan Malaysia melihat Indonesia, khususnya Provinsi Aceh, sebagai wilayah yang sangat poten­sial bagi pemasaran berbagai jenis narkoba.

Karena itu, bandar narkoba dari Tiong­kok secara masif menjadikan Indonesia dan Aceh sebagai sasaran mereka memasukkan berbagai jenis narkoba, terutama sabu-sabu. Tujuannya adalah untuk memudahkan mereka menguasai sumber daya alam yang berlimpah ruah di bumi pertiwi ini.

Sebelum menguasai SDA, mereka terlebih dahulu merusak mental dan moral generasi muda terpelajar. Narkoba sangat besar pengaruhnya pada kehidupan masa depan sang pengguna, makanya mereka gencar mengirim narkoba berbagai jenis ke Aceh.

Karena dengan narkoba berdampak buruk bagi kesehatan, baik itu merusak secara fisik maupun kesehatan secara mental psikologis, terutama para generasi muda. Kalau generasi muda sebagai penerus bangsa sudah lemah mentalnya dan moral­nya rusak akibat narkoba, maka kekayaan alam akan mudah mereka kuasai.

“Pengaruh buruk narkoba terhadap kesehatan penggunanya tidaklah bisa dianggap sepele oleh kita semuanya,” ujar AKP Tanamal Rizal pada saat menjadi pembina apel penyuluhan dampak buruk narkoba di MAN Rukoh, Darussalam Banda Aceh, Senin (8/8).

Terus Menghantui

Dikatakan, dengan masa depan yang cerah semua bisa diraih, tetapi masa depan yang kelam akan terus menghantui para pengguna narkotika yang tidak meng­hen­tikan kebiasaan buruknya tersebut. Sebab, penyalahgunaan narkoba terus merusak psikis, mental, dan emosional.

“Inilah tujuan mereka (pihak asing) agar generasi muda kita malas serta lamban dalam bekerja, ceroboh kerja, sering tegang, dan gelisah dalam menjalankan pekerjaannya,” jelas Tanamal.

Sosialisasi yang bersamaan apel bendera ini, diselengggarakan Kesbangpol Linmas Banda Aceh berkerja sama dengan Polresta Banda Aceh. Selain ke MAN Rukoh, penyuluhan juga dilakukan ke SMAN 1, SMPN 3, SMPN 17, MAN Model Banda Aceh, dan SMPN 10 Banda Aceh.

Syukri dari Kesbangpol Linmas Banda Aceh mengatakan, melihat peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan masyarakat sudah sangat mengkhawatirkan, maka pihaknya ber­ini­siatif melakukan penyuluhan anti narkoba ke sekolah-sekolah, baik SMP maupun SMA dalam wilayah Kota Banda Aceh.

Sosialisasi dilakukan dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, sehingga nantinya tidak terjerumus lebih dalam yang sangat meru­gikan para pemakainya.(Analisa)

Komentar

Loading...