Tingginya Pesanan, Semen Mulai Langka di Agara

Foto: Detik.com

Kutacane, (Acehportal) - Pasca terealisasinya dana desa seba­nyak 60 persen dari jumlah Anggaran Tahun 2016 yang berkisar sekitar Rp700juta, ke­tersediaan semen di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mulai langka.

Akibatnya harga semen di pasaran terus merangkak naik dan terjadi kelangkaan akibat tingginya pesanan menyusul 385 desa sebulan terakhir giat melakukan pembangunan fisik.

Pembangunan fisik lanjutan dari kegiat­an tahun sebelumnya yang saat ini giat dilakukan oleh masing-masing desa, antara lain pembetonan jalan setapak, pembuatan talud drainase, pembangunan balai kesenian dan pembangunan kantor kepala desa.

Selain itu, para perangkat desa beserta masyarakat tengah disibukkan dengan ke­giatan pembentukan Badan Usaha Kute (BUK), yakni badan usaha bersama berbentuk koperasi desa. Seperti di Desa Batu Mbulan I, Terutung Pedi, dan Ujung Barat.

Berbagai kegiatan masih menitik-beratkan pada kegiatan fisik, sehingga permintaan akan material terutama semen kian meningkat, sehingga terjadi kelangkaan dan harganya terus melonjak.

Semen Padang yang sebelumnya hanya Rp51 ribu kini sudah mencapai Rp54 ribu per zak. Begitu juga semen merek lain yang sebelumnya hanya Rp50 ribu menjadi Rp53 ribu per zak. “Karena ongkos dari Medan juga naik, maka kita sesuaikan saja,”sebut Ramli Selian (39), seorang pemilik toko di Pasar Terpadu Kutacane kepada Analisa, Rabu (27/7).

Di sisi lain, dengan terealisasinya dana desa diperkirakan telah mampu menekan angka pengangguran. Hal itu tergambar dari pemberdayaan masyarakat setempat untuk pelaksanaan pembangunan di ma­sing-masing desa.

Para kepala desa (keuchik) selaku pengguna anggaran, bekerja sama dengan perangkatnya memanfaatkan warga menjadi pekerja dalam pelaksanaan berbagai pembangunan fisik, seperti pemberdayaan kepala tukang dan anggota tukang yang di­rekrut mencapai 20 orang per hari.

Pemberdayaan tenaga dari masyarakat setempat diterapkan oleh masing-masing desa yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara. “Kalau masyarakat setempat bisa diberdayakan sesuai bidang untuk apa dicari dari luar,” kata M Amin, salah seorang kades di wilayah Kecamatan Lawe Alas. (analisadaily)

Komentar

Loading...