Ditangkap Bawa Sabu ke Palembang, Warga Aceh Divonis 17 Tahun Penjara

Palembang, (Acehportal) - Seorang warga Aceh, Ikhsan Ibrahim Saleh (37), divonis penjara 17 tahun oleh majelis hakim yang diketuai Firman Pangabean SH MH di PN Palembang Rabu (27/7).

Pria yang dipersidangkan karena membawa sabu seharga Rp 100 juta itu juga divonis membayar denda Rp 1 miliar subsider penjara empat bulan.

Ikhsan belum memutuskan apakah menerima atau mengajukan banding atas vonis majelis hakim itu. Pria berkepala plontos dan bertampang wajah Arab ini masih minta waktu kepada hakim untuk memikirkan keputusan apa yang ia buat menanggapi vonis hakim tersebut.

Selama persidangan, Ikhsan lebih sering menundukkan kepalanya. Tubuhnya juga tidak bersandar ke senderan kursi yang ia tempati. Ini membuat tubuh Ikshan terlihat condong ke depan. Sementara kedua tanganya terus ia apitkan di sela-sela paha.

Dalam amar putusan, Ikhsan dijerat pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika. Hakim juga menilai apa yang sudah dilakukan Ikhsan bisa membuat dampak negatif terhadap masyarakat banyak mengingat sabu yang ia bawa jumlahnya cukup banyak, yakni hampir satu kilogram.

Sebab itu, hakim menilai Ikshan perlu diberi hukuman setimpal sebagai bentuk jera atas apa yang sudah ia lakukan.

Putusan hakim ini sedikit lebih ringan dari tuntutan jaksa, Ani Kusrini SH. Pada sidang tuntutan, dengan pasal yang sama, Eni menuntut kurungan penjara selama 20 tahun. Adapun denda yang dituntukan senilai Rp 1 miliar dan subsider penjara selama enam bulan. Eni juga belum membuat keputusan apakah menerima atau mengajukan banding atas putusan hakim.

Berdasarkan tuntutan jaksa, Ikhsan tertangkap tangan membawa satu paket besar sabu. Pada Maret 2016 di Jl Kolonel H Barlian Palembang.

Ikhsan menyerahkan sabu itu kepada pembeli yang ternyata adalah anggota Polri yang sedang melakukan penyamaran. Ikhsan pun tak bisa lagi menghindar dari penangkapan.

Dari keterangannya, Iksan mengatakan, sabu itu milik seorang bandar di Aceh berinisial ZL (DPO). Ia ditugaskan mengantarkan sabu itu ke Palembang dan diupah Rp 6 juta. Sampai Ikhsan ditangkap, upah tersebut belum diterimanya. (Sriwijaya Post)

Komentar

Loading...