Selain Cikampek, Pupuk Indonesia Energi Akan Bangun PLTU di Aceh

Jakarta, (Acehportal) - PT Pupuk Indonesia Energi berencana membangun dua PLTU di Cikampek dan Aceh senilai US$350 juta menyusul pembangunan PLTG di Gresik.

Presiden Direktur PIE, Tentaminarto T. F., menjelaskan PIE fokus membangun pembangkit listrikco-generation yang menghasilkan listrik sekaligus feedstock bagi pabrik pupuk.

PIE saat ini sedang membangun pembangkit listrik tenaga gas berkapasitas listrik 22 megawatt dan 160 ton uap per jam di Gresik dengan nilai investasi US$90 juta.

PLTG tersebut saat ini telah rampung 32% dan rencananya mulai beroperasi komersil pada November 2017. Pembangkit tersebut berfungsi memasok listrik bagi pabrik Amonia Urea II yang sedang dibangun di Gresik dan memasok feedstock ke PT Petrokimia Gresik.

PIE selanjutnya berencana membangun dua pembangkit listrik tenaga uap di Cikampek dan Aceh pada tahun depan dengan nilai investasi masing-masing US$150 juta dan US$200 juta.

PLTU di Cikampek rencananya berkapasitas 2x150 ton uap per jam untuk memasok kebutuhan bahan baku PT Pupuk Kujang. Adapun PLTU di Aceh berkapasitas listrik 25 megawatt dan kapasitas uap 2x170 ton per jam untuk memasok pabrik pupuk PT Pupuk Iskandar Muda.

“Ini efisiensi, pembangkit di Pupuk Indonesia dialihkan dari gas menjadi batu bara. Pertama kami bangun di Cikampek dan di Aceh, rencananya mulai tahun depan,” kata Tentaminarto di sela acara Penandatanganan Perjanjian Kredit antara PIE dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (Bank SMBC), Rabu (27/7/2017).

PIE adalah salah satu dari 10 anak usaha Pupuk Indonesia yang bertugas memproduksi dan memasok energi ke pabrik-pabrik pupuk milik Pupuk Indonesia. Pupuk Indonesia memiliki 50% saham dari PIE, sisanya terbagi antara PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (10%), PT Petrokimia Gresik (10%), PT Pupuk Kalimantan Timur (10%), PT Pupuk Kujang (5%), PT Pupuk Iskandar Muda (5%), dan PT Rekayasa Industri (10%).

Perjanjian Kredit antara PIE dan SMBC merupakan bagian dari pembiayaan untuk pembangunan PLTG di Gresik. SMBC memberikan pinjaman senilai US$63,5 juta dengan tenor 8 tahun dan dapat diperpanjang 3 tahun berikutnya. (bisnis.com)

Komentar

Loading...