Orangtua Layangkan Protes Kebersihan Makanan, Siswa MTsS Meulaboh Dikeluarkan

Ilustrasi siswa dikeluarkan sekolah

Meulaboh, (Acehportal) - AFP (13) siswa kelas VIII di sekolah boarding (asrama) Ma­drasah Tsanawih Swasta (MTsS) Nu­rul Falah Meulaboh, dike­luar­kan dari sekolah karena orang­tua­nya me­layangkan protes terkait masalah kebersihan makanan yang disajikan di sekolah tersebut.

Dikeluarkannya AFP dari seko­lah tersebut, berdasarkan surat No­mor: 252/MTs.09.02/PP.00.5/07/206, yang diterima orangtua AFP pada Senin (18/7) lalu.

Anwar (42) ayah AFP mengaku, tidak menerima keputusan pihak se­kolah terkait pengeluaran terha­dap anaknya itu. Menurutnya, sang putra tidak melakukan kesalahan fatal sejak bersekolah di madrasah setempat.

AFP dinilai tidak pernah me­lang­gar aturan sekolah, seperti bo­los selama dua bulan berturut-turut, mencuri, membuat onar baik terha­dap teman maupun gurunya serta terlibat narkoba.

“Anak saya tidak melakukan ke­salahan apa pun. Sedangkan pro­tes yang saya layangkan terha­dap kebersihan makanan yang disaji­kan sekolah, bertujuan agar dapat di­evaluasi, sehingga ke depan dila­kukan pembenahan,” tegas Anwar kepada wartawan, Rabu (27/7).

Disebutkan, makanan yang di­sajikan pihak sekolah terlihat tidak higienis sehingga tidak layak di­konsumsi. Wajar rasa keberatan itu disampaikan mengingat makan­an yang dicicipi oleh banyak siswa itu sangat berpengaruh terhadap kese­hatan mereka sebagai penerus bangsa ini.

“Saya telah melihat dengan ma­ta kepala saya sendiri atas keti­dak higienisan makanan yang disajikan pihak sekolah dan benar-benar jauh dari kata layak konsumsi,” ung­kapnya.

Jika dilihat dari segi Proses Be­lajar Mengajar (PBM), baik yang berkaitan dengan kurikulum dan lainnya, sekolah itu patut diacungi jempol karena telah berhasil men­didik siswa-siswinya menjadi berprestasi.

Oleh karena itu, untuk mencari keadilan, Anwar akan melaporkan tindakan sekolah kepada Dewan Per­wakilan Rakyat Kabupaten (DP­RK) Aceh Barat, Lembaga Ban­tuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh dan Pemerin­tah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat.

”Apabila tetap masih ngotot mengeluarkan anak saya, maka sa­ya akan pidanakan pihak seko­lah,” ujarnya.

Kepala Sekolah Madrasah Tsa­na­wih Swasta (MTsS) Nurul Falah Meulaboh, Drs Adami MA menga­takan, pihak sekolah bukan tidak menerima kritikan wali murid terkait kebersihan makanan, tapi yang menjadi persoalan pengelua­ran AFP sama sekali tidak berkait­an dengan protes yang disampai­kan sang ayah.

Pihak sekolah mengeluarkan AFP disebabkan tidak sanggup lagi menanggung biaya makannya, karena orangtuanya sudah hampir setahun tidak melakukan pemba­yaran dengan alasan pengawasan ke­bersihan tidak bagus.

“Pihak sekolah tidak membeda-bedakan AFP dengan siswa lain­nya. Ketika mereka lapar kita tetap memberikan makan dengan menu yang baik. Terkait kebersihan, melalui bidang bersangkutan selalu dilakukan pembersihan setelah para siswa usai makan,” katanya.

Disebutkan, dalam rapat khusus dengan komite yang menghadirkan wali murid, pihak sekolah sangat mengikuti permintaan siswa dan Anwar, yaitu semua guru harus ikut aktif dalam pengawasan kebersih­an dan sekolah terus berusaha men­cari solusi penyelesaian per­soalan ter­sebut. Salah satunya dengan merancang sebuah dapur umum dan sekarang prosesnya sedang ditangani oleh konsultan.

“Apabila orangtua kooperatif dengan sekolah, saling memba­ngun dan memberikan keterangan yang bagus serta berusaha menga­tasi kekurangan-kekurangan yang ada, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Yang paling memberatkan saya adalah sebutan Anwar dalam suratnya kepada saya yang mene­gas­kan; “Pemikiran saudara bo­doh!,” sebut Adami saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. (analisadaily)

Komentar

Loading...