Pemerintah Diminta Bangun Pelabuhan Ekspor CPO di Wilayah Timur Aceh

ilustrasi pelabuhan cpo-belawan

Kualasimpang, (acehportal) - Perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS) meminta pemerintah Aceh membangun pelabuhan internasional di wilayah timur Aceh. Dengan terbangunnya pelabuhan tersebut perusahaan penghasil crude palm oil (CPO) di wilayah Aceh dapat mengekspor langsung ke luar negeri.

"Mereka berkomitmen memberikan CPO sebagai bahan baku untuk investor yang membangun industri turunan di Aceh," ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Aceh Tamiang Al Fuadi, Selasa (25/7).

Disebutkannya, rapat sinkronisasi pihaknya dengan perusahaan HGU dan PKS di Aceh Tamiang bertujuan mendorong sektor usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dalam menghadapi pasar bebas ASEAN, khususnya di wilayah timur Aceh, Aceh Tamiang, hampir semua peruhasaan keinginan dibangunnya pelabuhan ekpsor impor yang bertaraf internasional di wilayah timur Aceh.

"Dengan adanya pelabuhan tentunya memudahkan eksport dan impor ke luar negeri karena perusahaan selama ini juga mengeluarkan biaya yang tinggi mengangkut CPO ke Pelabuhan Belawan," ujar Al-Fuadi.

Menurut Al Fuadi, perusahaan berkomitmen menampung hasil buah sawit milik rakyat dan perusahaan HGU untuk diolah di PKS yang ada di Aceh Tamiang. begitu juga dengan produk yang dihasilan (CPO) akan disuplai sebagai bahan baku industri turunan yang akan dibangun investor di Aceh Tamiang.

Bahkan investor yang ada di Aceh Tamiang menjamin dan berkomitmen akan menyuplai bahan baku CPO dari invetasinya.

Al Fuadi menyatakan, Aceh Tamiang memiliki potensi yang cukup besar untuk pembangunan industri turunan CPO. Berdasaarkan data luas areal lahan komoditi kelapa sawit mencapai 45.678,7 hektare dan luas perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kebun sawit rakyat mencapai 20.804 hektare.

Ia berkeyakinan, dengan adanya komitmen ini, dapat dilakukan pengawalan dan akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan. Dengan komitmen ini juga pihaknya bertujuan menarik investor industri turunan CPO ke Aceh Tamiang, sekaligus mendorong Pemerintah Aceh membangun fasilitas pelabuhan lengkap berstandar ekspor dan impor bertaraf internasional di wilayah timur Aceh.

"Diharapkan pembangunan pelabuhan ini segera terealisasi, yang nantinya akan berpengaruh terutama di sektor perkebunan rakyat sehingga meningkatkan gairah petani melakukan budi daya tanaman perkebunan komoditas lain, yang akhirnya mampu mendorong perekonomian warga dalam menghadapi pasar bebas ASEAN," pungkasnya. (Medan Bisnis)

Komentar

Loading...