Ini Kisah Jumiatun Ambil SS2, Lalu Kabur Tinggalkan Santoso yang Tewas

Foto: Foto: Istimewa

Foto: Foto: Istimewa

Jakarta, (Acehportal) - Satuan Tugas Operasi Tinombala gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI akhirnya berhasil menemukan senjata SS2 milik Santoso alias Abu Wardah yang dibawa lari oleh Jumiatun alias Umi Delima. Senjata itu ditemukan tiga hari setelah Jumiatun tertangkap oleh Satgas Tinombala.

Jumiatun membawa lari senjata SS2 itu setelah Santoso tewas karena ditembus peluru anggota Batalyon 515 Kostrad, Jember, Jawa Timur yang tergabung dalam Satgas Tinombala. Bagaimana Jumiatun bisa lari membawa SS2?

Pada Senin (18/7/2016) petang Santoso bersama Jumiatun, Sobron, Muhktar, Basri dan istrinya, serta Hilal tengah berada di salah satu hutan Pegunungan Biru di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah. Santoso dan Jumiatun tengah bercengkerama di bawah sebuah pohon nangka.

Tak jauh dari mereka, tepatnya di bawah sebuah pohon coklat ada Basri, istrinya dan Hilal yang tengah berbincang-bincang. Adapun Muhtar dan Sobron tengah memasak di sebuah pondok.

Saat Santoso, istri dan empat pengikutnya itu tengah menyiapkan santap malam terdengar suara tembakan, dorr..dorr!. Mereka pun buyar melarikan diri.

Santoso langsung menggandeng Jumiatun untuk melarikan diri. Baru seratus meter melangkah dari pohon nangka, satu peluru anggota Batalyon 515 Kostrad, Jember, berhasil menembus tubuh Santoso.

Santoso pun roboh. Melihat sang suami sudah tak berdaya, Jumiatun kemudian mengambil senjata SS2 yang dipegang oleh Santoso.

"Selanjutnya Jumiatun berlari ke arah bukit yang penuh rumput lebat dan tinggi," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/7/2016).

Dalam perjalanan melarikan diri setelah terjadi kontak dengan Satgas Tinombala, Jumiatin alias Umi Delima turun menuju sebuah sungai dan melewati kebun dengan tujuan mencari perkampungan. Dia yang terpencar dari rombongan Basri, kehabisan bekal makanan dan kelaparan.

Kondisi fisik Jumiatun sudah lemah dan tidak mampu lagi membawa senjata. Senjata jenis SS2 yang diambil dari Santoso itupun dia sembunyikan di suatu tempat yang terhalang rumput dan pepohonan.

Setelah tertangkap pada Sabtu (23/7/2016) pekan lalu, Jumiatun kemudian menyebutkan lokasi dia menyembunyikan senjata SS2 milik Santoso. Selasa siang tadi sekitar pukul 11.00 WITA, Satgas Tinombala berhasil menemukan senjata SS2 milik Santoso.(detik)

Komentar

Loading...