Pengedar Ganja di Abdya Divonis 18 Tahun Penjara

Ilustrasi penjara (merdeka.com)

Blangpidie, (Acehportal) - Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan, Aceh Selatan menjatuhkan hukuman penjara selama 18 tahun terhadap dua tersangka pengedar narkoba jenis ganja kering seberat 65,69 kilogram, yang ditangkap Satuan Lalulintas Polres Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (21/12) lalu dalam razia rutin di Jalan Nasional,Gunung Samarinda, Kecamatan Babahrot.

Putusan pengadilan tersebut diberitahukan melalui surat pengantar dengan Nomor W1.U10.166/HK.01.0/IV/2016, yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Abdya pada 27 April 2016.

Dalam surat pengantar itu, terdakwa Mhd Hendra Azmi Butar-butar (30) dalam perkara Nomor 25/Pid.Sus/2016/PN Ttn dan Riondo Sibarani (30) dalam perkara Nomor 26/Pid.Sus/2016/PN Ttn, telah divonis 18 tahun penjara.

“Hakim PN Tapaktuan telah memutuskan kedua terdakwa divonis hukuman 18 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, dan subsidair 6 bulan penjara. Kemudian barang bukti berupa ganja dan telepon genggam sudah dimusnahkan,” kata Kajari Abdya, Abdur Kadir SH MH melalui Kasi Pidana Umum (Pidum) Firmansyah Siregar SH di ruang kerjanya, Senin (25/7).

Sebelum dikeluarkannya putusan pengadilan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Abdya mengajukan tuntutan 20 tahun penjara terhadap kedua terdakwa, denda Rp1 miliar dan subsidair 6 bulan penjara. Kemudian satu unit mobil Toyota New Avanza warna hitam BK 1020 SH dan STNK asli atas nama Purnama Br Manik dirampas untuk dimusnahkan. Karena kendaraan tersebut digunakan terdakwa untuk mengang­kut ganja kering.

Akan tetapi, dalam hasil persidangan, mobil termasuk STNK sudah dikembalikan kepada pemiliknya sesuai yang tertera dalam STNK, namun kami tetap mengajukan banding terhadap putusan itu.

Tuntutan terhadap terdakwa sesuai dengan ketentuan pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 182 Ayat (1) Huruf a KUHP dalam hal mengajukan tuntutan pidana dan ketentuan Pasal 222 KUHAP mengenai biaya perkara dibebankan kepada terdakwa. “Saat ini, kedua terpidana menjalani proses hukuman di Rumah Tahanan (Rutan) Tapaktuan,” tandasnya.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Abdya, Erwanto mengapresiasi keputusan pengadilan tersebut. Pihaknya menyatakan kalau hukuman yang dijatuhkan itu sudah maksimal dan akan membuat efek jera terhadap pelaku. “Dengan putusan seperti itu, akan menjadi efek jera terhadap pelaku, dan itu juga menjadi pelajaran untuk pelaku narkoba lainnya,” ujar Erwanto yang juga Wakil Bupati Abdya. (analisadaily)

Komentar

Loading...