Nelayan Seunudon Kecewa, Rumah yang Dijanjikan Pemerintah Belum Selesai

rumah bantuan_pemerintah-diminta-jangan-bohongi-nelayan_analisadaily

Lhoksukon, (Acehportal) - Nelayan di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten setempat. Karena pembangunan rumah bantuan  yang telah dijanjikan untuk nelayan, hingga saat ini belum selesai dilakukan.

“Rumah untuk nelayan dijanjikan akan dibangun sebanyak 100 unit di Desa Ulee Rubek Barat, Seunuddon, namun hingga kini yang baru selesai dibangun hanya 56 unit. Keuchik (kepala desa) beralasan tidak bisa menyerahkan rumah itu karena belum selesai seperti yang dijanjikan,” kata salah seorang warga yang mengaku mendapat rumah tersebut, Melly (24) kepada Analisa, Senin (25/7).

Melly menyebutkan, dirinya kecewa dengan janji peme­rintah. Apalagi, nelayan yang akan mendapat rumah bantuan itu dikutip uang Rp500 ribu oleh keuchik, uang itu digunakan untuk membeli tanah guna menimbun lokasi pembangunan ru­mah bantuan tersebut.

Waktu itu, ujarnya, Keuchik Desa Ulee Rubek Barat me­minta uang Rp500 ribu kepada nelayan yang akan mendapat rumah. Na­mun, 56 unit rumah yang sudah selesai dibangun pa­­da 2015, itu belum diserahkan kepada nelayan, bahkan rumah tersebut seka­rang ada yang rusak.

“Jika dalam waktu dekat belum dise­rahkan kepada nelayan, kami akan menghancurkannya, nelayan sudah sangat kecewa karena meresa dibo­hongi,” tegasnya.

Keuchik Desa Ulee Rubek Barat, Badlisyah, mengatakan, rumah ban­tuan untuk nelayan desa itu selesai dibangun pada November 2015 lalu. Dikarenakan tidak cukup sesuai usulan, pihaknya tidak berani membagikan rumah itu kepada nelayan, karena dikhawatirkan akan terjadi keributan antarnelayan.

Menurutnya, saat peletakan batu pertama bulan Agustus lalu, rumah itu dijanjikan 100 unit untuk nelayan oleh kontraktor Jakarta me­lalui pihak Dinas Cipta Karya Aceh Utara, bahkan sudah di­mintai 100 kartu kepala keluarga (KK). Sementara yang dibangun baru 56 unit, sedangkan 44 unit lagi masih nihil. “Saya belum berani membagikan karena tidak cukup,” jelas Badli­syah.

Kepala Dinas Cipta Karya Kabu­paten Aceh Utara, Azmi, kepada wartawan mengatakan, sebelumnya pihaknya mengu­sulkan 100 unit rumah bantuan khusus bagi nelayan di Keca­matan Seunuddon. Namun kemen­te­rian hanya membangun 56 unit rumah bantuan dengan beberapa alasan.

Menurutnya, pihak kementerian memberitahukan hanya membangun 56 unit rumah dengan pertimbangan anggaran dan masa pelaksa­naan yang tidak mencukupi.

“Mengingat pemba­ngunan rumah tersebut menggunakan anggaran AP­BN-P 2014 dengan waktu yang men­desak, sisa 44 unit lagi akan kita surati dan mengu­sul­kan kembali sisanya kepada pihak Kementerian Pekerjaan Umum,” kata  Azmi. (analisadaily)

Komentar

Loading...