Kedapatan Curi Telur Penyu Hijau, Tiga Warga Singkil Ditangkap

tiga-warga-haloban-ditangkap_analisadaily

Singkil, (Acehportal) - Kedapatan mengambil telur penyu hijau yang dilindungi, tiga warga Haloban, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil diamankan satuan TNI dari Pos Ang­katan Laut Pulau Banyak.

Ketiga pelaku berhasil ditangkap setelah mendapat lapo­ran dari ma­syarakat, Sabtu (23/7), kemudian dilakukan pengin­taian dan pe­nang­kapan pada Minggu (24/7) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, di kawa­san Pantai Amandangan Pulau Beng­­karu, Pulau Banyak Barat.

Bersama pelaku berhasil dia­man­­kan ribuan butir telur penyu langka itu bersama perlengkapan tenda yang dijadikan pondok mereka di Pulau Bengkaru, serta alat keperluanmemasak.

Komandan Pos Angkatan Laut Pulau Banyak, Letda Laut (E) Pra­bowo kepada sejumlah wartawan me­dia cetak dan elek­tronik di Ma­ko Posal Pulau Banyak, Senin (25/7), menjelaskan kro­nologis penang­kapan ketika pihaknya melaksa­nakan patroli rutin di wilayah tugasnya di gugusan Kepulauan Banyak, men­dapat laporan masyarakat. Kemudian, pada Sabtu (23/7) pihak­nya bergerak melakukan pengintai­an dan penangkapan, Minggu (24/7) dini hari.

Ketiga pelaku yang berhasil ditangkap masingmasing Am (25), Raf (58) dan Us (30). Turut diamankan barang bukti dua karung telur penyu hijau sebanyak 1.200 butir.

Dari pengakuan tersangka di hadapan wartawan ketika di­tanya Pra­bowo, pelaku telah dua kali me­lakukan kegiatan ilegal itu atas suruhan pemodal yang juga menjadi pem­beli hasil pen­curian telur pe­nyu yang mereka lakukan.

Pemodal disebutkan pelaku juga ber­­asal dari kampung yang sama Halo­ban, diperkirakan telah mema­sarkan telur penyu ke daratan Aceh Singkil dan Medan, Sumatera Utara.

Prabowo menegaskan akan selalu siap mengamankan wila­yah itu dari setiap kegiatan yang merusak lingkungan dan ke­giatan ilegal la­in­nya akan ditindak.

Kepada masyarakat diminta agar menjaga lingkungan dengan tidak mencuri atau mengambil telur penyu hijau dan telur penyu lang­ka lainnya, yang diketahui secara berkala mengunjungi Pu­lau Beng­karu untuk bertelur.

Dijelaskannya, senyu hijau dan penyu langka lainnya akan bertelur setelah berusia 25 tahun dan telur penyu ini hanya mampu bertahan untuk hidup melanjutkan keturunannya hanya sekitar 10 persen.

Dia menambahkan, para pelaku akan segera dilakukan penyi­dikan ber­sama aparat terkait untuk segera dia­jukan ke penga­dilan untuk di­sidang.

Sementara itu, dua petugas dari LSM HAKA (Hutan Alam dan Lingkungan Aceh ) yaitu Yusuf dan Irwan yang hadir dalam temu pers dengan wartawan menyebutkan, ke­giatan ilegal yang merusak ling­kungan hingga saat ini masih ber­langsung di wilayah Pulau Bengkaru yang indah itu.

Selain meracun sungai untuk me­nangkap udang, kepiting dan hasil sungai lainnya juga telah tiga kali mereka temukan penyu hijau besar yang mati, akibat pukulan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Sebagai fatner BKSDA pihak­nya meminta agar aparat berwajib segera menangkap pelaku kegiatan perusak lingkungan itu. Ma­syarakat juga diminta agar menjaga lingku­ngan untuk tetap lestari tanpa me­lakukan perusakan satwa dan flora de­ngan memberikan bukti video dan gambar terkait perusakan yang berlangsung di Pulau Bengkaru. (analisadaily)

Komentar

Loading...