Produksi Tanaman Pangan Aceh terus Meningkat

acehportal.comIlustrasi Padi

padi/ilustrasi (acehportal)
padi/ilustrasi (acehportal)

Banda Aceh - Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, meyakini bahwa Aceh sangat siap untuk menyongsong lahirnya status daerah berjuluk Serambi Mekah ini sebagai lumbung pangan nasional. Keyakinan tersebut berdasarkan kecenderungan peningkatan produksi tanaman pangan Aceh dalam beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Doto Zaini itu, dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, pada acara Rapat Koordinasi Upaya Khusus (UPSUS) Luas Tambah Tanam Padi dan Serapan Gabah Petani Aceh tahun 2016, Senin (25/07).

“Merujuk kepada produksi hasil pertanian Aceh dari tahun ke tahun, kami semakin optimis bahwa Aceh merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam bidang pertanian pangan. Terbukti, dalam empat tahun terakhir ini produksi tanaman pangan Aceh, khususnya padi, jagung dan kedelai terus meningkat, sehingga kami sangat yakin akan siap menyongsong lahirnya status Aceh sebagai lumbung pangan nasional pada tahun depan,” ujar Gubernur.

Untuk mencapai target tersebut, Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Aceh berharap agar Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian, memberi dukungan penuh terhadap produksi sebanyak 2,55 juta ton pada tahun 2016 ini.

“Dukungan itu, antara lain melalui dana dekonsentrasi, tugas pembantuan, dan dana lainnya, sehingga keberhasilan program pertanian dapat dirasakan masyarakat. Kami akui, salah satu kunci sukses sektor pertanian Aceh tidak lepas dari besarnya perhatian Pemerintah kepada Aceh. Dengan perhatian itu, minat dan semangat para petani Aceh semakin meningkat,”sambung Doto Zaini.

Menurut Gubernur, harga gabah dan jagung yang relatif ekonomis membuat para petani semakin aktif mengelola lahan pertaniannya. Semangat itulah yang membuat Pemerintah Aceh semakin optimis produksi tanaman pangan Aceh akan lebih baik lagi pada tahun 2016 ini.

Untuk diketahui bersama, tahun 2016 ini Pemerintah Aceh mengupayakan luas penanaman padi mencapai 512.756 hektar. Ini bertujuan untuk mendukung target produksi gabah kering giling sebesar 2,55 juta ton atau naik dari produksi tahun lalu yang berkisar 2,3 juta ton.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesanggupan Upaya Khusus luas tambah tanam dan serapan gabah yang dilakukan oleh dinas terkait bersama Dandim di Kabupaten/kota se-Aceh, yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Aceh, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan Pangdam Iskandar Muda.

Mentan: Manfaatkan Sumber Daya yang ada untuk Mencapai Target

Sementara itu, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr Ir Hasil Sembiring, yang hadir membacakan sambutan Menteri Pertanian , Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu luas tambah tanam dan serapan gabah atau Sergab.

“Saya berharap, angka-angka yang sudah disepakati dalam penandatangan tadi dapat direalisasikan karena waktunya tinggal 69 hari lagi. Dalam 69 hari ini, target 512,756 hektar tersebut harus bisa kita capai, sehingga teman-teman di Badan Pusat Statistik dapat mencatat bahwa luas tanamnya sudah sesuai seperti yang kita harapkan,” ujar Mentan.

Oleh karena itu, Mentan berharap agar seluruh Sumber Daya Manusia, Alat Mesin Pertanian atau Alsintan dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar target yang diinginkan dapat tercapai.

Prajurit Kodam Siap Membantu Mewujudkan Swa-Sembada Pangan

Sementara itu, dijumpai awak media usai acara, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI L Rudy Polandi menjelaskan, bahwa saat ini Kodam Iskandar Muda sudah melakukan proses cetak sawah baru. “Memang ada beberapa kendala, namun kita akan bekerja keras dan bekerjasama dengan dinas terkait. Insya Allah, dengan kerjasama yang baik maka akan memberikan hasil yang baik,” ujar Pagdam.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga menjelaskan, bahwa keterlibatan prajurit Kodam Iskandar Muda dalam upaya swa sembada pangan sangat banyak. Diantaranya keterlibatan Babinsa di seluruh kabupaten/kota yang terus terjun ke tengah masyarakat untuk berbagi pengetahuan dan memberikan suntikan semangat kepada para penyuluh dan petani.

Kegiatan yang dipusatkan di Amel Convention Hall ini turut dihadiri oleh, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Kepala Dinas Kehutanan serta sejumlah pejabat Aceh lainnya. (adi)

Komentar

Loading...