Pemerintah Turki Tahan 62 Anak-anak Pasca Kudeta Militer

Militer Turki gagal lancarkan kudeta. (REUTERS)

Istambul, (Acehportal) - Upaya sapu bersih oposisi pasca-kudeta militer yang dilakukan Turki benar-benar tidak ada batasnya. Belum puas memecat lebih dari 45.000 PNS dan menangkapi ribuan militer, pemerintah juga menahan sedikitnya 62 anak-anak berusia antara 14 dan 17 tahun.

Para remaja itu ditahan atas dugaan menjadi antek Fethullah Gulen dan berpartsipasi aktif dalam penggulingan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Semuanya adalah para siswa dari Sekolah Militer Kuleli.

Salah satu kisah yang berhasil dirangkai Telegraph, Minggu (24/7/2016) mengungkap, sebenarnya mereka hanya dimanfaatkan oleh pembina mereka di sekolah tersebut. Mereka diiming-imingi bisa bertemu pesepak bola terkenal jika datang ke sekolah sore itu, Jumat 15 Juli 2016.

Akan tetapi, sesampainya di sekolah, mereka malah dipaksa mengenakan seragam militer dan mengangkat senjata. Tidak diberitahu apa alasannya, mereka hanya diwajibkan mengikuti perintah, yakni menjaga keamanan sekolah.

Beberapa anak bahkan bersaksi melihat komandan mereka menyandera tiga warga sipil, memukuli dan mengikat mereka di pohon. Tontonan itu membuat sejumlah siswa ketakutan dan bersembunyi di kamar mandi. Tapi pada akhirnya dipaksa jua untuk angkat senjata keluar.

Sejak Jumat malam itu, para siswa itu berada dalam penjara. Mereka tidak diperbolehkan bicara maupun bertemu dengan orangtua dan keluarganya. Bahkan, mereka sudah dicap pengkhianat bangsa.

“Anak-anak kami tidak pernah memegang senjata sebelumnya. Mereka dimanfaatkan, dipaksa melakukan ini. Memakai dan memaksa anak-anak untuk menuruti perintahmu adalah tindakan yang lebih tercela daripada serangan teror,” tukas seorang ibu yang anak laki-lakinya sempat menelefon dan menceritakan yang sebenarnya terjadi. (okezone)

Komentar

Loading...