Proyek Door Smeer BLHK Tamiang Dibagun Asal Jadi

(Analisa/dede harison) ASAL JADI: Tiang penyangga bangunan door smeer di areal TPA sampah di Desa Durian, Kecamatan Rantau, yang dibangun BLHK Aceh Tamiang pada 2015, tampak retak dan pecah seperti terekam Rabu (20/7).

Tiang penyangga bangunan door smeer di areal TPA sampah di Desa Durian, Kecamatan Rantau, yang dibangun BLHK Aceh Tamiang pada 2015, tampak retak dan pecah seperti terekam. (Analisa/dede harison)

Kualasimpang, (Acehportal) - Proyek pembangunan door smeer (tempat pencucian kendaraan bermotor) di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Durian, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, diduga kuat dikerjakan asal jadi.

Belum setahun rampung dibangun, proyek fisik Badan Lingkungan Hidup dan Kebersiahan (BLHK) Aceh Tamiang yang dibangun pada 2015 kini kondisi fisiknya sudah pecah dan retak-retak.

Selain itu, seperti terpantau di lapangan, Rabu (20/7), tiang penyangga atap bangunan door smeer juga terpantau sudah pecah. Bahkan, bantalan untuk menahan ban mobil saat kendaraan parkir untuk dicuci tidak dibuat sehingga sangat membahayakan karena kendaraan bisa kebablasan saat menanjak alas door smeer tersebut.

“Proyeknya seperti asal jadi saja. Tiangnya sudah mau roboh, bantalan batas ban mobil tidak dibuat dan kondisi fisiknya sudah retak-retak,” ungkap seorang warga, Boy, yang mengaku pernah melihat kondisi door smeer tersebut.

Menurutnya, sejak dibangun pada 2015, door smeer ini jarang difungsikan. Bahkan sumur bor yang dibangun di sebelahnya dikabarkan tidak keluar airnya. “Setahu saya, tujuan pembangunan door smeer itu untuk mencuci seluruh armada pengangkut sampah, tapi nyatanya mobil sampah jarang dicuci,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Analisa menyebutkan, bangunan senilai puluhan juta rupiah itu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja kabupaten (APBK) 2015 itu, me­nyebutkan, sebelum ada pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), proyek sudah dikerjakan oleh rekanan yang diduga dari kalangan internal BLHK Aceh Tamiang.

Kepala BLHK Aceh Tamiang, Samsul Rizal SAg melalui sekretarisnya, Sayed Mahdi, saat dihubungi wartawan, Rabu (20/7) mengaku tak tahu persis pembangunan doorsmeer tersebut. Namun, dia tidak menepis proyek dikerjakan sebelum PPTK ditetapkan.

Pihaknya pernah mendengar pernyataan dari PPTK pembangunan door smeer, T Ibnu Hiban, yang tidak ikut dilibatkan dalam pembanguanan proyek tersebut, padahal dia menjabat PPTK.

“Saya pun tidak diikutsertakan dalam pembangunan itu. Jadi, saya juga tidak tahu siapa kontraktornya. Untuk lebih jelasnya, coba tanyakan langsung kepada PPTK,” sarannya.

Sementara, PPTK Pembangunan Door Smeer, T Ibnu Hiban saat dihubungi membenarkan bahwa dia tidak dili­batkan secara total dalam proyek itu sehingga tidak tahu proses awal hingga selesainya pengerjaan proyek.

“Saat saya melihat ke lokasi ternyata sudah rampung. Tapi saya tidak tahu siapa pelaksananya. Tapi karena proyek itu sudah selesai dikerjakan, kita berani menandatangani berkas amprahan proyek tersebut,” terangnya.(Analisa)

Komentar

Loading...