Legislator: Optimalkan Pengelolaan Dana untuk Tingkatkan Ekonomi Rakyat

foto: Fadhlullah @int

foto: Fadhlullah @int
foto: Fadhlullah @int

Banda Aceh, (Acehportal) - Anggota Komisi VI DPR Fadhlullah menyatakan, Aceh mempunyai alokasi anggaran yang cukup besar setiap tahunnya, namun yang terjadi Aceh urutan kedua termiskin di Sumatera.

“Seharusnya dana besar itu bisa dioptimalkan pemerintah aceh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat provinsi Aceh,”ungkap Fadhlullah, terkait hasil persentase kemiskinan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh yakni provinsi tersebut menempati pada urutan kedua termiskin setelah Bengkulu.

Ia menjelaskan, dengan sumber anggaran yang berasal dari APBN, APBA dan APBK seharusnya dapat dimanfaatkan seutuhnya untuk program-program yang berpihak kepada pembangunan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Aceh selain memiliki anggaran yang besar juga punya banyak potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal. Ini juga peluang yang harus dimanfaatkan dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk sektor ekonomi,”ungkap Politisi Partai Gerindra itu saat dihubungi, Rabu (20/07) di Banda Aceh.

Untuk itu, Ia meminta Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota serta instansi terkait untuk bekerja optimal guna menurunkan angka kemiskinan yang terjadi di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa.

“Semua program yang dicanangkan benar-benar berpihak kepada masyarakat dan dalam pelaksanaannya harus dikawal dengan baik sehingga program untuk peningkatan ekonomi masyarakat di setiap kawasan tepat sasaran,”pungkasnya.

Anggota DPR asal Aceh yang kerap di sapa Dek Fad itu meyakini dengan mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada terutama sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata melalui berbagai program yang dicanangkan pemerintah daerah.

“Bahkan, selain itu juga hadirnya investasi akan mampu mendongkrak pendapatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa mendatang,”paparnya.

BPS Provinsi Aceh menyebutkan persentase penduduk miskin di Aceh sebesar 16,73 persen pada Maret 2016 sedangkan di Provinsi Bengkulu pada periode yang sama 17,85 persen.(id)

Komentar

Loading...