Kapal Angkut Bawang Ilegal Kembali Terdampar

bawang sel;undupan @Analisa

Lhoksukon, (Acehportal) - Satu unit kapal yang diduga meng­angkut bawang merah ilegal terdampar di perairan Kecamatan Seuneuddon, Aceh Utara, tepatnya di Gampo­ng (desa) Lhok Puuk, Senin (18/7). Be­lum lama ini, kapal pengangkut ba­wang ilegal juga pernah terdampar di kecamatan itu.

“Warga baru melihat kapal itu Senin (18/7) pagi. Tidak hanya kapal, pu­luhan karung berisikan bawang me­rah juga berserakan di pinggir pantai. Ke­mudian warga cepat cepat me­ng­am­bil barang tersebut untuk dibawa pu­lang. Sementara pemilik kapal itu ti­dak ada di lokasi,” ujar warga Lhok Pu­uk, Sulaiman (30) kepada Analisa, Selasa (19/7).

Dikatakan Sulaiman, kapal tersebut dalam kondisi rusak berat. Kemungkinan, kapal kayu itu terdampar karena dihantam ombak besar. Sebagian dinding kapal juga sudah terlihat hancur, sedangkan mesinnya sudah diambil warga.

“Berdasarkan pengakuan warga yang melihat pertama kali, ketika ter­dam­par ada empat orang di dalam kapal itu, kemudian mereka melarikan diri. Mungkin mereka takut karena mem­bawa bawang ilegal,” tambahnya.

Pangliam Laot Seunuddon, Amir Yusuf mengatakan, kapal itu sejak Ming­gu (17/7) sudah terlihat terombang-ambing di perairan Seunuddon. Namun, Senin (18/7) malam baru dibawa gelombang ke pinggiran pantai.

Disebutkannya, bawang yang berada di dalam kapal tersebut sejak pukul 01.00 WIB sudah diambil masyarakat setempat. warga juga berupaya meng­evakuasi puing-puing kapal ke darat karena kondisi laut saat ini tengah gelombang tinggi.

“Saat terdampar di pinggiran pantai, posisi kapal dalam keadaan tanpa anak buah kapal (ABK). Sementara, puluhan ton bawang merah ilegal yang berada di dalam kapal tersebut sebagian sudah membusuk karena terendam air,” paparnya.

Kapolsek Seunuddon, AKP Ridwan, mengaku sudah melihat langsung kondisi kapal tersebut. Saat pihaknya ke lokasi tidak ada ABK. Namun, bawang merah ilegal yang ada dalam kapal saat itu sudah berhamburan dan diambil warga sekitar.(Analisa)

Komentar

Loading...