Gula Mahal, Akibat Permainan Harga di Pasar

penyelundupan gula sabang @Acehportal.com

ilustrasi penyelundupan gula sabang @Acehportal.com
ilustrasi penyelundupan gula sabang @Acehportal.com

Lhokseumawe, (Acehportal) - Sejak beberapa bulan terakhir lonjakan harga gula pasir belum ada tanda-tanda terjadi penurunan harga, bahkan cenderung bertahan dengan harga mahal yakni mencapai Rp 18.000/kg.

Padahal sebelum bulan Ramadhan 1437 H, gula pasir dijajakan dengan harga berkisar Rp 12.000 sampai Rp 13.000/kg, namun usai lebaran dimana permintaan gula oleh konsumen menurun, justru harga masih saja tinggi.

Kondisi seperti itu seharusnya menjadi perhatian pemerintah, kenapa harga gula pasir tetap saja bertahan tinggi, padahal harga-harga kebutuhan pangan lainnya paska ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H sudah mengalami penurunan dan cendrung stabil.

"Sekarang yang masih bertahan mahal cuma gula pasir, harganya masih tetap Rp 18.000/kg, padahal harga-harga kebutuhan pangan lainnya setelah bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sudah normal. Kami tidak tahu kenapa harga gula pasir tetap mahal," kata Ibrahim, salah seorang pedagang di Pusat Pasar Lhokseumawe, Senin (18/7).

Pialang Pasar

Pemerhati sosial Lhokseumawe Anwar Puteh mengatakan, harga gula pasir tetap mahal bisa dijadi merupakan permainan para pialang pasar.

"Seharusnya pihak pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap harga-harga barang kebutuhan pokok masyarakat, tidak hanya di saat menjelang bulan Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri, tapi paska itu juga harus dipantau, sehingga ada solusi," ujarnya.

Bayangkan saja, sambungnya, hingga saat ini harga gula pasir masih saja tinggi. "Dan agaknya tidak lagi harga wajar, kalau gula pasir dijual dengan harga Rp 18.000/kg. Saat permintaan banyak seperti hari raya keagamaan kemarin, mungkin masih ada kewajaran, tapi sekarang paska lebaran, kenapa kok harga tetap saja tinggi, ini sudah tidak masuk akal. Makanya pemerintah harus bertanggungjawab dan pantauan pasar wajib dilakukan terus," cetusnya.

Bisa jadi, tambah Anwar, ketika pantauan pasar, bisa ditemukan di mana pokok persoalannya, apakah menyangkut distribusi yang tersendat, atau memang ada terjadi penimbunan yang dilakukan oleh para pedagang besar.

"Makanya dibutuhkan kepedulian pemerintah terhadap nasib rakyatnya, jangan dibiarkan harga gula pasir bergerak liar begitu saja tanpa ada kendali," ucapnya.(MedanBisnis)

Komentar

Loading...