Banjir dan Longsor Landa Wilayah Aceh Selatan

Para pria mengumpulkan barang-barang dari toko darurat mereka yang rusak akibat banjir setelah hujan lebat di pinggiran Peshawar, Pakistan, Minggu (3/4/2016). (REUTERS/Fayaz Aziz )

Tapaktuan, (Acehportal) - Hujan lebat mengguyur Aceh Selatan tiada henti mulai Senin (18/7) hingga keesokan harinya Selasa dinihari, telah melu­ap­kan banjir dan longsor di banyak tempat.

Hujan lebat disertai angin yang relatif kencang juga meng­ganggu aktivitas nelayan. Dua kapal nelayan ukuran besar ber­lindung di pelabuhan laut Tapaktuan karena terancam ombak dan badai di laut lepas.

Menurut informasi, banjir terjadi rata-rata di setiap keca­matan sejak Tru­mon hingga Labuhanhaji Barat. Selain juga long­sor di mana-mana yang di antaranya sempat meng­ganggu hubungan Tapaktuan-Banda Aceh, seperti di ruas Gunung Alue Kliet perbatasan Kecamatan Sawang-Meukek, tebing gunung longsor me­nimbun badan jalan di tiga lokasi (se­panjang penda­kian arah Sawang dan Meukek) disertai sejumlah pohon tum­bang.

Tebing longsor dan pohon tumbang di Alue Kliet sempat memacetkan hubungan Tapaktuan-Banda Aceh dan sebaliknya selama sekitar 4 jam. Bencana ini terjadi beberapa jam setelah hujan dan badai menerpa, yaitu sekitar pukul 19.00 Wib seusai salat Maghrib.

Tumpukan tanah serta pohon tumbang di ruas jalan nasional itu berhasil disingkarkan setelah Pemda mengerahkan beberapa unit alat berat.

“Kami melintas di gunung tersebut sekitar pukul 05.00 Wib, mobil pe­num­pang yang kami naiki terpaksa ber­gerak perlahan sejak pendakian arah Meukek hingga penunu­runan arah Sawang untuk menghindari mobil slip karena sisa lumpur banyak di permukaan jalan,” kata Nurlita, seorang pe­numpang ang­kutan umum Banda Aceh-Tapaktuan.

Batalkan Pelayaran

Tapaktuan, ibukota kabupaten, juga tak luput dari luapan air akibat hujan mengguyur sepanjang malam. Rata-rata gam­pong (desa) terkena musibah ini. Seperti Gampong Lhok Beng­kuang, Pasar, Hilir, Hulu, Batu Itam, Lhok Ketapang, Gunung Kerambil, serta beberapa gampong lainnya.

Sementara di Labujanhaji, kapal feri tujuan Simeulue ter­paksa mem­batalkan pelayarannya karena situasi di laut kurang menguntungkan, se­hing­ga terpaksa berbalik haluan kem­bali ke pelabuhan Labuhanhaji setelah beberapa saat berlayar.

Pekan lalu, hujan dan badai juga melanda Aceh Selatan pada Rabu dan Kamis (13-14/7) akibatnya sama. Jalan nasional di Gu­nung Panorama Hatta sempat memacetkan hubungan Aceh-Sumatra Utara beberapa saat akibat longsoran tanah tebing gunug menimbun badan jalan. Banjir luapan yang lumayan besar juga terjadi di beberapa gampong di Kecamatan Sawang.

Ketika berita ini dikirim, hujan lebat masih mengguyur Aceh Selatan yang dimulai sejak menjelang siang sehingga warga mencemaskan ten­tang terjadinya hal-hal tak diinginkan. (Analisa)

Komentar

Loading...