Pria Bersenjata Beraksi di Rumah Sakit Florida AS, 2 Orang Tewas

Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)

Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)
Ilustrasi (REUTERS/Mike Segar)

Florida, (Acehportal) - Aksi penembakan kembali terjadi di Amerika Serikat. Seorang pria bersenjata masuk ke kamar pasien di sebuah rumah sakit di Florida, dan melepas tembakan. Sedikitnya dua orang, termasuk seorang nenek yang menjadi pasien, tewas dalam penembakan ini.

Seperti dilansir CNN, Senin (18/7/2016), penembakan terjadi di Parrish Medical Center, kota Titusville pada Minggu (17/7) pagi. Disampaikan kepala kepolisian Titusville, John Lau, kedua korban tewas sama-sama wanita, yakni seorang pasien lanjut usia dan seorang karyawan rumah sakit.

Karyawan rumah sakit itu sedang duduk di kamar pasien, ketika pelaku melepas tembakan. Segera setelah suara tembakan terdengar, dua petugas keamanan rumah sakit mendatangi kamar pasien dan melumpuhkan pelaku.

Kedua petugas keamanan itu sama sekali tidak membawa senjata api. Keduanya berusaha menahan pelaku hingga polisi tiba di lokasi dan membawa pelaku ke kantornya.

Lau memuji reaksi cepat kedua petugas keamanan tersebut. "Saya tidak bisa menegaskan lagi, respons staf Parrish Medical Center, yang tanpa diragukan, berhasil menyelamatkan lebih banyak nyawa," sebutnya.

Tidak diketahui pasti motif pelaku melepas tembakan di rumah sakit ini. Otoritas setempat tidak banyak memberikan rincian insiden ini kepada media.

Otoritas setempat menyatakan, masih belum yakin soal motif pelaku. Namun dinyatakan tidak ada keterkaitan antara pelaku dengan kedua korbannya. "Tampaknya ini penembakan acak. Mungkin ada sesuatu yang terungkap nantinya yang menghubungkan titik-titiknya bagi kami, tapi sekarang ini kami belum menemukannya," ucap Sheriff Brevard County, Wayne Ivey.

Juru bicara Parrish Medical Center, Natalie Sellers, juga memuji sejumlah rumah sakit dalam menangani insiden ini. "Saya ingin mengapresiasi staf-staf kita dan respons cepat dan segera yang mereka lakukan," ucapnya.

"Kami juga berduka atas hilangnya nyawa staf kami dan tentu hilangnya nyawa salah satu pasien kami," imbuhnya.(detik)

Komentar

Loading...