Harga Jual Garam di Aceh Utara Mulai Membaik

Garam Foto: Analisa

Garam Foto: Analisa
Garam Foto: Analisa

Lhoksukon, (Acehportal) - Harga jual garam di tingkat petani kepada pengepul di Aceh Utara sedikit membaik sejak beberapa pekan terak­hir. Hal ini disebabkan masih banyak petani garam yang belum mempro­duksi bumbu dapur tersebut pasca te­rendam air laut pasang purnama.

“Jika sebelumnya harga Rp4.000/bambu, sekarang petani garam di Ke­ca­matan Seunuddon menjual garam kepada pengepul seharga Rp5.000/bambu,” kata seorang petani garam di Seuneuddon, Ramlah (40), kepada Analisa, Minggu (17/7).

Menurutnya, harga garam naik ka­rena sejak beberapa pekan lalu petani belum bisa memproduksi garam dise­babkan lahan tempat membuat garam mereka terendam air laut pasang purnama.

Diakuinya, meskipun harga naik sebesar Rp1.000 dari harga awal, namun petani tak banyak mempe­roleh keuntungan mengingat besar­nya biaya broduksi. Petani garam mengharapkan pemerintah memper­hati­kan kesejahteraan petani garam, khususnya yang ada di Aceh Utara.

Secara terpisah, Kasi Pengawasan dan Pengendalian Mutu Dinas Perika­nan dan Kelautan Aceh Utara, Mukh­lis, kepada Analisa mengatakan, dari segi mutu, garam di Aceh Utara sudah maksimal. Namun, petani masih men­jual garam mereka kepada penge­pul tanpa terkoordinir sehingga harga jual garam berbeda-beda menurut daerah.

“Mereka masih menjual garam sendiri-sendiri tanpa ada yang meng­koor­dinir. Seharusnya harus ada yang mengoordinir petani garam, sehingga harga jual garam petani lokal naik. Terkait mutu, garam di Aceh Utara sudah maksimal,” terangnya.

Ditambahkannya, jumlah produksi garam di Aceh Utara sekitar 4 ton/bu­lan, atau sekitar 4.000 ton/tahun, se­dang­kan luas lahan untuk produksi ga­ram mencapai 40 hektare. Namun, se­bagian lahan tak lagi berproduksi.(Analisa)

Komentar

Loading...