Jalan Akses Pelajar dan Petani Hancur

ilustrasi warga melintas di jalan yang rusak parah di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (13/7), yang sampai kini tak kunjung diperbaiki./Analisa

Warga melintas di jalan yang rusak parah di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (13/7), yang sampai kini tak kunjung diperbaiki./Analisa
Warga melintas di jalan yang rusak parah di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu (13/7), yang sampai kini tak kunjung diperbaiki./Analisa

Lhoksukon, (Acehportal) - Sekitar satu kilometer jalan lintasan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul dan Sekolah Menengah Perta­ma Negeri (SMPN) 1 Lhoksukon, Aceh Utara, rusak parah. Akibatnya, siswa dan petani susah melintasi jalan tersebut.

“Kerusakan jalan yang melintasi tiga gampong (desa) ini sudah berlang­sung lama. Selain dilintasi ratusan siswa setiap hari, jalan ini juga dilintasi petani untuk mengangkut hasil sawah. Akibat kerusakan ini, petani dan siswa kesulitan melintas, apalagi saat musim hujan,” ujar penduduk Gampong Aron Geulumpang Tujoh, M Munawair (25), kepada Analisa, Rabu  (13/7).

Disebutkannya, jalan yang meng­hu­bungkan Kecamatan Matangkuli dan Lhoksukon itu melintasi tiga desa, yaitu Aron Geulumpang Tujoh, Meu­nasah Rawa, dan Pulo Dalong.

Selain dimanfaatkan pelajar dan petani, ruas jalan itu juga digunakan para pengunjung Perpustakaan dan Arsip Daerah Aceh Utara.

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. “Kita kasihan melihat pelajar dan petani saat musim hujan. Jalan yang bertabur lobang dan berlumpur ini satu-satunya jalur yang digunakan siswa SMP dan SMA untuk sampai ke sekolah mereka. Jika musim hujan mereka terpaksa bergelut dengan lumpur,” ungkap warga.

Belasan kilometer jalan Cot Girek-Lhoksukon, Aceh Utara, juga menga­lami nasib sama. Meski keru­sakan itu sudah berlangsung lama, namun pemerintah tak kunjung mem­per­baikinya.

Padahal, akibat jalan itu sudah lama mengalami kerusakan parah, menurut warga, tak jarang jatuh korban saat melintas pada malam hari karena mereka terjebak dalam lobang di jalan.

“Sudah puluhan kali kami sampai­kan di media untuk diberitakan dengan harapan jalan ini diperbaiki. Tapi, hingga sekarang jalan ini tak kunjung diperaiki. Belasan kilometer jalan ini masih penuh lobang besar, bahkan ada pengendara roda dua yang terjatuh karena terjebak dalam lobang ini,” ujar warga setempat.

Sementara, Bupati Aceh Uatara, Muhammad Thaib dalam ber­bagai kesempatan meminta para keuchik (kepala desa) untuk tidak membangun jalan rusak dengan menggunakan anggaran dana desa. Menurut bupati, dana itu untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“Saat ini banyak jalan di Aceh Uta­ra yang rusak parah. Tapi, para keuchik jangan membangun jalan yang rusak itu dengan mengguna­kan dana gam­pong. Saya silakan masyarakat mena­nam pohon pisang di jalan rusak se­bagai bentuk protes, tapi jangan coba-coba keuchik membangunnya dengan menggunakan dana gam­pong,” ujar bupati di hadapan para keuchik pada sebuah kesempatan belum lama ini.(Analisa)

Komentar

Loading...