Kisah Sadis Tiga Perempuan yang Dibunuh Teman Kencannya

foto: detik

foto: detik
foto: detik

Jakarta - Farah Nikmah Ridhallah (23), Alika (23), dan Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby (25) tewas setelah bercinta. Mereka dibunuh dengan keji gara-gara menghina teman kencannya, berikut 3 kisahnya:

Nasib yang dialami Alika, Farah dan Tata Chubby hampir serupa. Perempuan-perempuan cantik ini dihabisi dengan sadisnya oleh para pria yang menjadi teman kencan mereka.

Para pria hidung belang ini gelap mata setelah tersinggung dengan kata-kata Farah, Alika dan Tata Chubby. Alika dibunuh Syahrul yang marah setelah dikatai bau badan dan mirip King Kong. Sedangkan Farah dihabisi Calvin gara-gara kecewa ajakannya untuk bercinta ditolak dan dihina mengalami ejakulasi dini. Hal serupa juga dialami Tata Chubby yang dibunuh Priyo yang tersinggung saat dikatai bau ketek.

Kini, para pembunuh sadis itu telah ditangkap polisi bahkan ada yang sudah dijatuhi vonis oleh majelis hakim.

Alika (23) dibunuh teman kencannya di sebuah kamar Hotel Elysta, Koja, Jakarta Utara. Pelaku, Syahrul Sidik (29), mengaku menusuk Alika 9 kali karena sakit hati dikatai seperti king kong.

"Saat berhubungan badan, pelaku tersinggung karena dikatain oleh korban bau badan dan badannya berbulu kayak king kong," ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada detikcom, Rabu (13/7/2016).

Mendengar perkataan korban, pelaku langsung naik pitam. Pelaku lalu menghunuskan sebilah pisau yang dibawanya ke tubuh korban hingga korban meregang nyawa. "Pelaku menusuk perut korban sebanyak 9 kali serta di bagian leher berkali kali," imbuhnya.

Syahrul akhirnya ditangkap kurang dari 24 jam oleh tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Purwakarta, Jawa Barat. Dia dihadiahi timah panas peluru oleh petugas karena melawan dan mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Calvin Soepargo mengaku gelap mata membunuh karyawati bank Farah Nikmah Ridhallah (23) karena disebut mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual.

"Kemudian pelaku dan korban naik ke kamar tersangka dan melakukan hubungan intim sekitar pukul 21.00 WIB dengan imbalan uang Rp 4 juta. Setelah itu mereka melanjutkan tidur hingga Sabtu pagi," ujar Kabid Humas Kombes Awi Setiyono dalam keterangan kepada wartawan, Rabu (13/7/6/2016).

Awi mengatakan korban dan pelaku kemudian makan siang di lantai 2 apartemen keesokan harinya. Usai makan siang, pelaku dan korban naik lagi ke unit Calvin. Calvin lalu mengajak korban kembali berhubungan badan. "Namun korban menolaknya, sambil berkata "Kamu keluarnya cepat, ngapain diterusin. Lagian saya juga sudah dicari orang tua saya". Atas perkataan korban tersebut pelaku kecewa dan marah," beber Awi.

Korban yang emosi, kata Awi, langsung memukul korban di bagian belakang hingga terjatuh. Calvin mencekik korban hingga tewas.

Setelah membunuh, pelaku kemudian memasukkan korban ke dalam kotak plastik dan dibuang ke kolong Tol PIK.

Selain itu, ditemukan secarik kertas dengan coretan mirip tulisan Arab di atas boks berisi mayat wanita, Farah. Tulisan itu diduga jimat. Jasad Farah ditemukan di dalam boks tanpa celana. Ia masih mengenakan seuntai kalung dan ditemukan uang senilai Rp 24 ribu di dalam boks.

Tata Chubby (25) diduga dibunuh oleh Priyo di sebuah rumah kos di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada April 2015 lalu. Tata ditemukan tewas tanpa busana dengan mulut disumpal kaos kaki. Tata diketahui berprofesi sebagai wanita panggilan.

Priyo mengaku membunuh karena kesal diejek korban bau badan. Pria dua anak ini kini telah dijatuhi vonis 16 tahun bui.

Majelis hakim menyebut pembunuhan yang dilakukan oleh Priyo, tergolong sadis. Sedangkan hal yang meringankan dalam putusan Priyo karena terdakwa mengakui perbuatannya.(detik)

Komentar

Loading...