Bom Rakitan Meledak, Satu Orang Tewas

ilustrasi bom@tempo

ilustrasi bom@tempo
ilustrasi bom@tempo

Pidie Jaya, (Acehportal) – Sebuah bom rakitan meledak di Desa Cot Seutui, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya. Akibat insiden itu 1 orang tewas terkena serpihan bom peninggalan konflik tersebut.

Korban bernama Baydarus Bin Syukri, (16) asal warga Desa Cot Seutui, Ulim ditemukan tewas oleh orang tuanya di belakang rumahnya sekira pukul 09.00 Wib.

Bedasarkan informasi dilapangan, kondisi korban sangat mengenaskan tangan sebeleh kiri terputus serta dada dan perut terurai keluar setelah terkena serpihan bom tersebut.

Kapolres Pidie, AKBP Mohd Ali Kadhfi SIK, mengatakan, awal mula terjadinya insiden meledaknya bom tersebut ketika Baydarus sedang membersihkan kandang ayam dan sapi yang berada di belakang rumahnya. “Mungkin saat membersihkan kandang ayam anak remaja yang masih duduk di bangku SMP itu melihat ada sebuah benda aneh sehingga ia (korban) mengutak atik bom rakitan tersebut sehingga bom tersebut meledak,”kata Kapolres.

Dikatakannya, ledakan bom rakitan terdengar cukup keras hingga radius 200 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ledakan yang cukup keras terdengar oleh orang tua korban yang baru saja pulang dari memotong rumput untuk pakan ternak sapinya sehingga menuju arah ledakan tersebut.

Namun, setelah tiba di TKP orang tua korban terkejut ketika mendapati anaknya terkapar tak bernyawa dengan posisi terlenatang antara kandang sapi dengan kondisi yang sangat mengenaskan.

“Akibat terkana serpihan ledakan bom rakitan itu membuat kondisi tubuh korban sangat mengenaskan, tangan kiri korban terputus, dada dan perutnya terurai,”ujar AKBP Mohd Ali Kadhfi.

“Berdasarkan hasil olah TKP, barang bukti yang di temukan, kemungkinan korban sedang mengutak atik bom rakitan tersebut, karena di samping korban di temukan tang pemotong,”terangnya.

Sementara barang bukti lainnya yang ditemukan dilokasi yaitu seng berlubang serpihaqn bom, tang pemotong, tali tangki semprot, pipa besi, teko air dan kabel listrik.

Kepolisian resort Pidie telah melakukan tindakan berupa pengaman TKP, mencari barang bukti dan mengamankannya, mencari saksi-saksi, meminta visum et repertum.

Untuk sementara korban di bawa ke rumah duka dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsy terhadap korban dengan alasan akan segera dilakukan fardhu kifayah.(aju)

Komentar

Loading...