Polisi dan TNI Disiagakan, Cegah Ancaman Terosisme di Bandara Selama Lebaran

ilustrasi pasukan di Polda Metro Jaya. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Banda Aceh, (Acehportal) - Untuk pengamanan Lebaran Idulfitri 1437 Hijriah dan pencegahan ancaman terorisme, di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, disiagakan  30 personil TNI AU, TNI AD dan Jihandak Kesatuan Brimob Polda Aceh, serta posko pengamanan selama 10 hari. Apalagi saat ini, di seluruh bandara di Indonesia sudah ditetapkan status kondisi kuning (waspada).

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara SIM, Surahmat mengatakan, pengamanan menjelang arus mudik dan balik serta  pencegahan terorisme di Indonesia itu, untuk menindaklanjuti intruksi Menteri Perhubungan,  Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara SIM dan Telegram dari Panglima TNI.

“Langkah tersebut diambil berdasarkan kejadian-kejadian  yang ada di bandara luar negeri, yang selalu jadi sasaran itu bandara sipil dan banyak dikunjungi masyarakat pengguna jasa. Kejadian kemarin (di Bandara Turki) sangat memprihatinkan, sehingga timbul intruksi tersebut,”ujar Surahmat, usai apel pengamanan, di Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (04/07).

Setelah kejadian bom di Turki itu, katanya, di seluruh Bandara di Indonesia dijadikan kondisi kuning, yang sebelumnya kondisi hijau. Kondisi kuning tersebut, nantinya akan dicabut jika sudah kondisif. Posko gabungan itu, dimulai sejak 1-10 Juli 2016.

Ia menyebutkan, sesuai intruksi itu, di bandara disiagakan posko pengamanan gabungan TNI/Polri, dengan anggota TNI AU 10 persnonil, TNI AD 10 personil dan 10 anggota Jinhandak Kesatuan Brimob Polda Aceh.

Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan bersama di main gate, lobby kedatangan, area keberangkatan, kargo dan area parkir. Kemudian, disiapkan posko monitoring data angkutan udara untk disampaikan kepada Kementerian perhubungan.

“PT Angkasa Pura II melalui Kantor cabang Bandara SIM, berkomitmen untuk dapat memenuhi segala kebutuhan pengguna jasa dalam menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri 1437 Hijriah, menyiapkan segala fasilitas, guna memberikan kenyamanan, keselamatan, keamanan, melalui kerjasama dengan TNI/Polri,”sebutnya.

Selain pengamanan, tambahnya, yakni siaga dokter sudah koordinasi dengan kantor  Kesehatan Pelabuhan , untuk siaga selama   awal dan akhir penerbangan. Dan pihak kesehatan menyatakan sudah siap.

Danlanut SIM, Kolonel Pnb Suliono mengatakan, pihaknya mendirikan posko gabungan guna memperkuat pengamanan, walaupun fungsi normalnya sudah ada. Karena hal itu juga sesuai dengan intruksi dari atasan, menyangkut dengan pengamanan menjelang Lebaran dan mengantisipasi terhadap terjadinya tindakan terorisme.

“Kita menyiapkan posko gabungan dari TNI AD, TNI AU, Kepolisan itu dari Jihandak kesatuan Brimob Polda Aceh,  untuk siaga kemungkinan-kemungkinan terjadi sesuatu, setidaknya kita sudah siap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Brimob Polda Aceh, Kombes Pol Norman Widjajadi, menambahkan, posko yang dibuka 24 jam tersebut, juga menjadi pusat pengaduan jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti adanya ancaman bom.(adi)

Komentar

Loading...