Kontraktor Janji Perbaiki Proyek Jaringan Irigasi yang Ambruk

Foto:Analisa

Foto:Analisa
Foto:Analisa

Kutacane, (cehportal). Terkait ambruknya Proyek Pening­katan Jaringan Daerah Irigasi (DI) senilai Rp2,7 miliar di Desa Kandang Mbelang, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara, kontraktor berjanji akan melakukan perbaikan setelah Idulfitri 1437 Hijriah.

Pejabat Pelaksana Proyek, Erik kepada Analisa, Kamis (30/6) menga­takan, pihaknya telah melakukan peman­tauan atas kondisi proyek irigasi yang dikerjakan oleh PT Nisara Karya terse­but. Selaku pejabat pelaksana dia juga menyayangkan kondisi proyek ini.

Diakuinya, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap kontraktor atas ambruknya proyek yang berfungsi untuk pengelolaan sumber daya air di wilayah Lawe (sungai) Hijo tersebut.

“Mereka (kontraktor) berjanji akan memperbaikinya setelah Lebaran ini,” ungkapnya.

Menyinggung kondisi fisik bangunan atas kuatnya dugaan bahwa pengerjaan tidak sesuai bestek, khususnya pada bagian fondasi tembok irigasi maupun fondasi bronjong yang terkesan asal letak, dia terkesan tak dapat menjelaskan secara rinci.

“Yang jelas, kelemahan yang ada pada pekerjaan ini akan diperbaiki,” katanya.

Dalam pemberitaan Analisa sebelum­nya disebutkan, proyek yang dikerjakan oleh PT Nisara Karya ini sempat menuai protes keras dari masyarakat sekitar. Pasalnya, proyek itu sudah ambruk dua kali.

Ini dianggap karena dikerjakan asal jadi sehingga kualitas proyek diragukan oleh masyarakat. Sebagai bentuk protes, masyarakat kemudian menanam pohon pinang di bagian proyek yang ambruk. melalui cara ini, masyarakat petani selaku penerima manfaat berharap agar pihak terkait secepatnya melakukan perbaikan sehinga keberadaan proyek sebagai usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang pertanian dan sejenisnya ini dapat bermanfaat optimal.

“Kami hanya tidak ingin proyek yang menelan dana cukup banyak ini sia-sia saja,” kata petani setempat, Jumadi. (Analisa)

Komentar

Loading...