Dua Kurir Sabu Terancam Hukuman Mati

foto: Analisa

foto: Analisa
foto: Analisa

Medan, (Analisa). Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta Medan kembali mengungkap peredaran narkoba. Kali ini narkoba jenis sabu-sabu seberat enam kilogram. Dari pengungkapan ini, dua tersangka berhasil diringkus, yakni IS (33) warga Kota Langsa, Aceh, dan ML (41) warga Jalan Tempuling, Medan.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasatres Narkoba Polresta Medan Kompol Boy Jeckson Situmorang mengatakan, tim dari Satres Narkoba, Sabtu (25/6) lalu, tepatnya di Jalan Sei Brantas Medan menangkap IS dengan barang bukti satu kilogram sabu-sabu.

“Pada saat penangkapan IS, tim kami menyamar sebagai pembeli kepadanya,” kata Mardiaz di Mapolresta Medan, Kamis (30/6).

Kemudian, lanjutnya, dari penangkapan IS dilakukan pengembangan terhadap dari mana sabu-sabu yang dijualnya. Kemudian transaksi kedua dilakukan Tim Satres Narkoba Polresta Medan di kawasan Jalan Turi, Sei Sikambing, Medan.

“Dari lokasi ini, petugas menyita lima kilogram sabu-sabu dan kurir yang mengantarkan narkoba jenis sabu-sabu itu dengan inisial ML diringkus,” ucapnya.

IS dan ML  yang merupakan pengedar dan kurir sabu ini mengaku terpaksa menjalankan bisnis haramnya lantaran tergiur dengan upah yang besar. Menurut ML, dia diminta bandar untuk mengantar sabu berdasarkan pesanan pelanggan.

“Saya diupah Rp15 juta per kilonya Pak. Jadi, saya tinggal kirim saja ke mana dipesan,” kata tersangka ML di hadapan Kapolresta Medan, Kamis (30/6) sore.

Menurut ML, ia belum lama menggeluti bisnis sabu ini, baru satu tahun bekerja. “Itu pun karena upah yang besar, makanya saya mau jadi kurir,” kata tersangka.

Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, kedua jaringan pengedar dan kurir sabu ini ada kaitannya dengan para tersangka yang sebelumnya ditangkap Polresta Medan. Namun, kata Mardiaz, khusus kedua tersangka ini, mereka masuk sindikat jaringan Malaysia.

“Jika sebelumnya para tersangka (RH, AM dan AMD) adalah jaringan Tiongkok, mereka ini jaringan Malaysia. Adanya kesamaan di antara mereka, sabu dibungkus dengan plastik pembungkus teh,” kata Mardiaz.

Tersangka IS dan ML  dijerat dengan Pasal 114 jo 112 UU Nomor 35 Tahun 2009. “Untuk hukuman kedua tersangka berupa ancaman hukuman mati,” ujar Mardiaz.

Mardiaz menyebut, barang haram itu diduga kuat berasal dari Tiongkok dan masuk dari Malaysia yang kemudian diedarkan ke Medan. Peredaran ini diyakini jaringan internasional yang menggunakan kemasan teh hijau asal Tiongkok.

“Kasus peredaran sabu-sabu ini kemungkinan ada kaitannya dengan sabu-sabu 4,8  kilogram lalu yang berasal dari Aceh,” pungkas Mardiaz.(Analisa)

Komentar

Loading...