Bupati Bireuen Larang Warga Bakar Mercon dan Kembang Api

Kabag Humas Pemkab Bireuen, Andri Saputra

Kabag Humas Pemkab Bireuen, Andri Saputra
Kabag Humas Pemkab Bireuen, Andri Saputra

Bireuen (Acehportal) – Bupati Bireuen H. Ruslan M. Daud menegaskan bahwa dalam menyambut perayaan Hari Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1437 H, Pemerintah Kabupaten Bireuen menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar tidak menjual dan membakar mercon, kembang api, petasan dan lainya serta tidak ada yang meniup terompet.

Karena dapat menimbulkan masalah seperti kecelakaan bagi pengguna, gangguan bagi orang lain terutama penderita gangguan jantung serta memicu kebakaran dan polusi serta tidak diajarkan dalam Islam, hal ini disampaikan Bupati Bireuen melalui Kepala Bagian Humas dan Protokoler, Andri Saputra, S.STP, Rabu (29/6).

“Dalam Seruan Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Bireuen juga telah menyepakati bersama 8 (delapan) point, salah satunya terkait larangan membakar mercon dan sejenisnya. Jika ada yang melanggar maka akan ditindak oleh aparat Kepolisian, TNI serta Satpol PP dan WH” Ujar Andri Saputra.

Malam Idul Fitri hendaknya diisi dengan menggemakan Takbir, Tahlil dan Tahmid akan kebesaran ALLAH SWT bukan dengan kegiatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam demi menjunjung Bireuen sebagai daerah bersyariat.

“Islam tidak mengajarkan kegiatan tersebut karena termasuk dalam kegiatan menghambur-hamburkan uang, membunyikan petasan atau mercon merupakan perbuatan yang banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.

Kita juga berharap agar orang tua juga mengajarkan anak-anaknya untuk tidak terlena dengan aktifitas kesenangan belaka tanpa mengajari esensi perayaan Hari Besar Islam.” Ungkap Andri Saputra seraya menambahkan membakar mercon/kembang api/petasan bukan manifestasi kebahagian atau kasih sayang. (T. Duta)

Komentar

Loading...