Mbah Karep, Tinggal Sendiri di Gubuk dengan Kanker Kulit

foto: detik

foto: detik
foto: detik

Gresik, (Acehportal) - Nama Karep belakangan ini jadi populer. Bukan karena ia kaya dan terkenal. Sebaliknya, pria paruh baya yang akrab dipanggil Mbah ini menjadi perhatian karena hidup dan penyakit yang dideritanya memprihatinkan.

Secara sekilas, orang akan merasa jijik jika memandang Mbah Karep. Secara sekilas pula, orang akan berkata bahwa pria 65 tahun itu sudah tak mempunyai wajah lagi. Kanker kulit dikatakan Mbah Karep adalah penyebab wajahnya tak berbentuk lagi.

Detikcom mendatangi rumah atau lebih tepat dikatakan gubuk milik Mbah Karep di Dusun Jatisari, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Gresik, Senin (27/6/2016). Gubuk berukuran sekitar 2 x 2,5 meter itu menjadi tempat tinggal sehari-hari Mbah Karep. Gubuk itu terbuat dari rangka bambu yang ditutup dengan anyaman bambu (gedek) dan beratapkan genteng.

Dengan ruang yang sempit, hanya ada tempat tidur (dipan) beralas kasur kapuk tipis di dalamnya. Lantai kamar tidak tertutup apa-apa alias beralas tanah. Kondisi gubuk cukup kumuh dengan debu dan kotoran pada dinding. Gubuk tersebut berdiri di rerimbunan pohon bambu. Di siang hari, gubuk tersebut cukup teduh. Sinar matahari terhalang rimbunnya daun pohon bambu.

Saat didatangi, Mbah Karep sedang berbaring. Dia menyapa namun tak jelas kata apa yang keluar dari mulutnya. Setelah diperhatikan dengan cermat, hampir separuh lidah Mbah Karep telah hilang termakan kanker kulit. Itulah sebabnya komunikasi Mbah Karep kerap tak tersampaikan dengan jelas karena kata yang keluar juga tak jelas. Pendengaran Mbah Karep juga sudah mulai berkurang. Setidaknya harus berteriak di dekat telinga agar Mbah Karep bisa mendengar suara orang lain.

Tak hanya itu, sel-sel kanker juga telah menggerogoti habis mata kirinya, hidung, dan mulut bagian atas. Untung saja mata kirinya belum termakan kanker sehingga Mbah Karep masih bisa melihat. Semua luka itu tertutupi oleh perban.

Sebuah buku bercover biru ada di sisi kasur. Buku itu terkadang menjadi jembatan Mbah Karep untuk berkomunikasi jika lawan bicaranya tak mengerti apa yang dikatakannya.

Mbah Karep di depan rumahnya (Imam Wahyudianta/detikcom)

"Panjenengan wartawan?" tulis Mbah Karep di buku itu kepada detikcom yang tak mengerti apa yang dikatakannya.

Buku itu sendiri berisi tulisan-tulisan Mbah Karep dalam Bahasa Jawa. Di dekat buku ada sebuah radio kecil berwarna hitam. Radio bertenaga baterei itu yang menjadi hiburannya. Jika mendengarkan radio, Mbah Karep menyetelnya dengan volume keras karena pendengarannya yang sudah mulai berkurang.

Ihwal Mbah Karep muncul ke permukaan saat akun Facebook bernama Andi Teposs mengunggahnya ke laman facebooknya. Di situ, Andi Teposs membagi tiga foto Mbah Karep beserta keterangannya yang berbunyi 'Kakek Karep namanya .. Hidup Sebatang kara tiada yang mengurus , .. Dusun Jati Sari, Desa Mojowuku, Kedamean, Gresik Ayok Share dan Bagikan biar pak presiden kita bisa melihat ..Ibu saeni Juragan Warteg saja bisa dapat sumbangan dari Presiden . Masak kakek ini gak dapat ... ayok kawan di Bulan Ramadhan ini kita bisa Membantu sesama ..'.(detik)

Komentar

Loading...