Pemkab Aceh Barat Jamin Tak Terjadi Kelangkaan Elpiji

ilustrasi @Acehportal
ilustrasi @Acehportal

Meulaboh, (Acehportal) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh memastikan tidak akan terjadi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram pada hari "Meugang" (hari motong) sambut lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Aceh Barat Said Fauzi di Meulaboh, Senin, mengatakan agar tidak terjadi kelangkaan gas, pihaknya telah mengedarkan 2.240 tabung gas tambahan pada operasi pasar.

"Hari ini kita mengedarkan per kecamatan itu 560 tabung gas dan kita lakukan secara serentak pada empat kecamatan dalam operasi pasar total semua 560 buah. Ini upaya kita untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan gas pada lebaran Idul Fitri," sebutnya.

Menyambut hari besar umat Islam lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha, di kawasan itu kerap terjadi kelangkaan gas "melon" sehingga bila ditemukan masyarakat pada pedagang kios-kios dengan harga jual rata-rata Rp25.000-Rp28.000/tabung.

Said Fauzi menjelaskan, ribuan tabung gas tersebut merupakan penyaluran kuota tambahan dari PT Pertamina (persero) wilayah Aceh setelah dikirimkan surat permintaan penambahan jumlah tabung gas dalam rangka menyambut puasa dan lebaran 2016.

Ribuan tabung gas yang diedarkan dalam operasi pasar tersebut sesuai Harga Enceran Tertinggi (HET) yakni Rp16.000/tabung, tempat operasi pasar ditentukan sesuai kebutuhan tertinggi dan per kecamatan minimal 3-4 lokasi berbeda.

"Tergantung kapan habisnya tabung gas dibeli oleh masyarakat, jadi kita tidak membuat target waktu operasi harus siap setengah hari, atau satu hari penuh. Permintaan masyarakat cukup banyak untuk persiapan sambut lebaran ini," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, penambahan tabung gas elpiji subsidi ukuran 3 kg tersebut khusus diberikan untuk mengelar operasi sambut puasa dan lebaran, setelah selesai maka tabung tersebut ditarik kembali ke pertamina di Provinsi Aceh.

Sebab kata Fauzi, kuota 60 ribu lebih tabung gas untuk masyarakat miskin di daerah itu belum berubah, apabilapun ditemukan terjadi kelangkaan gas dilapangan bukan karena keterbatasan stok tapi banyak sudah disalahgunakan peruntukannya.

Untuk itu dirinya berencana akan duduk kembali membicarakan persoalan tersebut, termasuk meninjau kembali agen serta pangkalan penyalur gas yang harusnya diperuntukan kepada orang miskin itu.

"Bukan mengevaluasi, tapi lebih kepada kita ingin melihat bagaimana para agen yang sudah dicabut izinnya atau yang masih aktif itu kita berdayakan terus. Kebijakan ini memang perlu untuk kita pantau bersama-sama,"katanya menambahkan.(Antara)

Komentar

Loading...