Sadis! Perawat Jerman Mengaku Membunuh 33 Pasien

foto:detik

foto:detik
foto:detik

Berlin, (Acehportal) - Seorang pria di Jerman yang berprofesi sebagai perawat mengaku telah membunuh sedikitnya 33 pasien. Padahal tahun lalu, pria ini telah dihukum penjara seumur hidup atas pembunuhan dua pasien.

Seperti dilansir AFP, Kamis (23/6/2016), pria yang diidentifikasi bernama Niels H (39) ini, dijatuhi vonis penjara seumur hidup dalam persidangan yang digelar Februari 2015 lalu. Dalam kasus itu, Niels dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pembunuhan dan tiga dakwaan percobaan pembunuhan terhadap sejumlah pasien yang dirawat secara intensif.

Dalam keterangannya, Niels mengaku telah membunuh lebih dari 30 pasien dengan suntikan obat berdosis mematikan di rumah sakit Delmenhorst, dekat kota Bremen. Jika pengakuan ini benar dan terbukti, maka ini menjadikan Niels sebagai salah satu pembunuh berantai paling mengerikan pascaperang di Jerman.

Penyidik kasus ini menyebut, analisis terhadap 99 jasad pasien Delmenhorst yang makamnya dibongkar untuk kepentingan penyelidikan, menunjukkan sedikitnya 33 pasien di antaranya dibunuh oleh Niels dengan suntikan mematikan.

Namun penyidik menambahkan, Niels juga mengaku telah membunuh beberapa pasien di rumah sakit lainnya, Klinik Oldenburg, tanpa menyebut lebih lanjut jumlahnya. "Kita bisa mengatakan bahwa horor belum berakhir," sebut kepala kepolisian kota Oldenburg, Johann Kuehme.

"Kami memperkirakan jumlah korban yang sebenarnya jauh lebih banyak dari itu," ucap jaksa wilayah Oldenburg, Thomas Sander menambahkan.

Riwayat kesehatan ratusan pasien di Klinik Oldenburg akan diperiksa, sebelum akhirnya diputuskan apakah akan dilakukan penggalian makam. Kasus ini terbongkar tahun 2005, ketika salah satu kolega memergoki Niels menyuntik salah satu pasien dengan dosis berlebihan di rumah sakit Delmenhorst.

Pasien yang disuntik itu selamat dan Niels ditangkap. Tahun 2008, dia divonis 7,5 tahun penjara atas dakwaan percobaan pembunuhan. Di tengah gencarnya pemberitaan media, seorang wanita melapor ke polisi soal kecurigaan ibundanya yang meninggal, juga menjadi korban Niels.

Otoritas setempat memeriksa sejumlah jasad pasien dan menemukan kandungan obat berdosis tinggi, yang kemudian mengarah pada penyelidikan pidana. Niels akhirnya mengaku menyuntik 90 pasien dengan obat berdosis tinggi sehingga dia bisa berupaya menghidupkannya kembali. Ketika berhasil menyelamatkan pasien, Niels mengaku merasakan euforia dan senang ketika dianggap pahlawan oleh rekan-rekannya. Namun saat gagal, dia mengaku hancur. Tapi praktik keji ini tetap dia lakukan.(detik)

Komentar

Loading...