Bill Clinton Beri Julukan Tentara Semesta untuk Muhammad Ali

Sekitar 14 ribu orang menyambut kedatangan jenazah mendiang Muhammad Ali yang akan disalatkan di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Salat jenazah ini dipimpin oleh Imam California, Zaid Shakir, yang mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya. REUTERS/Carlos Barria

Sekitar 14 ribu orang menyambut kedatangan jenazah mendiang Muhammad Ali yang akan disalatkan di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Salat jenazah ini dipimpin oleh Imam California, Zaid Shakir, yang mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya. REUTERS/Carlos Barria
Sekitar 14 ribu orang menyambut kedatangan jenazah mendiang Muhammad Ali yang akan disalatkan di Louisville, Kentucky, AS, 9 Juni 2016. Salat jenazah ini dipimpin oleh Imam California, Zaid Shakir, yang mendampingi Ali di saat-saat terakhirnya. REUTERS/Carlos Barria

Louisville, (Acehportal) - Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menghadiri upacara pemakaman petinju legendaris Muhammad Ali di kediamannya, di Louisville, AS pada Jumat, 10 Juni 2016.

Clinton pun didaulat untuk menyampaikan pidato perpisahan mengenang Ali. “Ali adalah seorang tentara semesta untuk berbagi rasa kemanusiaan,” ujar Bill Clinton, seperti dilansir The Guardians, Sabtu, 11 Juni 2016.

Menurut Clinton, Ali adalah sosok yang telah memberikan banyak hadiah kepada dunia, sehingga setiap perbuatannya pantas untuk diingat dan dibanggakan.

Sekitar 100 ribu orang diperkirakan menghadiri upacara dan menyaksikan langsung prosesi pemakaman Ali. Para tamu yang hadir dalam pemakaman di antaranya adalah penasihat senior Presiden AS Barack Obama, Valerie Jarret, Raja Yordania Abdullah II, aktor Bill Crystal, Will Smith, dan Arnold Schwarzenegger.

Prosesi pemakaman dimulai pukul 10.35 waktu setempat atau terlambat satu jam dari jadwal seharusnya. Peti jenazah Ali akan dibawa ke beberapa tempat, di antaranya ke rumah masa kecil Ali, The Ali Center, The Center for African-American Heritage, dan Muhammad Ali Boulevard.

Ali yang bukan saja dikenal karena karier olahraganya, tapi juga karismanya dalam memperjuangkan hak, meninggal dunia pada Jumat pekan lalu di usia 74 tahun, setelah mengalami masalah kesehatan yang bertambah parah akibat penyakit Parkinson yang dideritanya.(tempo)

Komentar

Loading...