Usai Dicambuk Pelaku Maisir Nyaris Pingsan

foto: Analisa

foto: Analisa
foto: Analisa

Kualasimpang, (Acehportal) - Sebagian dari lima terpidana kasus maisir (perjudian) jatuh dan nyaris pingsan saat menjalani eksekusi cambuk yang dipusatkan di halaman Gedung Islamic Centre, Karang Baru, Jumat (29/4). Eksekusi dijalankan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kualasimpang dan Dinas Syariat Islam Aceh Tamiang.

Lima terpidana itu terdiri atas dua perempuan dan tiga laki-laki. Mereka divonis bersalah karena melanggar Pasal 18 Qanun Aceh No 6/2014 tentang Hukum Jinayat.

Saat algojo melakukan eksekusi cambuk, terpidana Salamah boru Siagian (44) yang menerima cambukan sebanyak tujuh kali, nyaris pingsan usai dicambuk ketika menuruni panggung eksekusi.

Paramedis dan petugas kejaksaan langsung memberikan pertolongan dengan memberi air minum. Seorang pengunjung laki-laki paruh baya juga memapah Salamah yang lunglai ke dalam ruangan. “Saya kerabat dekat ibu ini, biar saya saja yang menolongnya,” katanya.

Salamah merupakan terpidana kedua yang menjalani eksekusi setelah Siti Zahara (39). Terpidana ketiga, Jon Napitupulu (43) yang menjalani eksekusi cambuk tujuh kali, tampak menggeliat kesakitan ketika rotan mendarat di punggungnya. Pada cambutan terakhir, terpidana yang bertubuh tinggi besar akhirnya tumbang di panggung. Dia pun ditolong paramedis dan petugas kejaksaan. Dia diangkut ke ambulans untuk dievakuasi.

Kendati sudah dua terdakwa nyaris pingsan, namun eksekusi yang dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, Drs Iskandar Zulkarnain dan unsur Forkopimda serta tokoh agama ini tetap dilanjutkan hingga selesai.

Lima terpidana yang menjalani hukum cambuk itu adalah Siti Zahar (39) warga Dusun Amalia, Kota Kualasimpang; Salamah (44) warga Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Kualasimpang; Jon Napitupulu (43) warga Desa Landuh, Kecamatan Rantau; M Andika (23) warga Desa Bukit Tempurung, Kecamatan Kualasimpang; dan Robi Candra Pranata (22) warga Desa Landuh, Kecamatan Rantau.

Kepala Kejari (Kajari) Kualasimpang, Amir Syarifudin SH MH diwakili Kasi Intel, Ilham SH, kepada Analisa mengatakan, para terpidana terlibat kasus maisir.

Eksekusi cambuk ini merupakan yang kedua kali dilakukan untuk tahun ini. “Seluruh terdakwa masing-masing dicambuk sebanyak sembilan kali, namun setelah dikurangi saat terdakwa menjalani masa tahanan sementara di Lapas, sehingga tiga terdakwa hanya dicambuk tujuh kali dan dua terdakwa lainnya dicambuk enam kali,” terangnya.

Terkait jatuhnya sejumlah terpidana saat dicambuk, Ilham menjelaskan, kondisi mereka saat ini baik dan akan dirawat ke RSUD Aceh Tamiang untuk kemudian dibebaskan.

Wakil Bupati Iskandar Zulkarnain dalam sambutannya mengingatkan, seharusnya tidak terjadi hal seperti ini lagi. Dia mengajak semua kalangan untuk menegakkan syariat Islam di Aceh, khususnya Aceh Tamiang.

Enam Terpidana

Sementara, di Kota Sabang, enam  terpidana maisir dan khalwat (mesum) dieksekusi hukuman cambuk di depan umum di halaman Masjid Agung Babussalam, Gampong Kuta Ateuh, Kecamatan Sukakarya, Jumat (29/4).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Sabang, Hapuan Pasaribu kepada wartawan mengatakan, ukubat cambuk dilaksanakan terhadap dua terpidana khalwat dan empat pelaku perjudian.

Empat pelaku maisir masing-masing dicambuk tujuh kali dipotong masa tahanan. Mereka adalah Zulkifli (45), Mardiansyah (34), Deni Apriadi (32), dan Muslim (28). Mereka merupakan penduduk Jurong Kebun Merica, Gampong Kuta Barat Sabang.

Sementara, dua terpidana mesum dihukum tujuh kali cambuk dipotong masa tahanan, yaitu Rosihan Yadisyah Putra (41) warga Jurong Putra Ijo Aneuk Laot Sabang dan Susriyati (42) warga Jalan Perdagangan, Gampong Kuta Barat, Sabang.(Analisa)

Komentar

Loading...