Gelombang panas telan 300 jiwa, warga India dilarang masak tiap hari

suhu panas ekstrem di pakistan. ©AFP PHOTO/Rizwan Tabassum
suhu panas ekstrem di pakistan. ©AFP PHOTO/Rizwan Tabassum

India, (Acehportal) - Pemerintah India mengklaim lebih dari 300 orang tewas akibat gelombang panas yang terjadi di negaranya beberapa pekan belakangan. Akibat banyaknya korban tewas, pemerintah Negeri Bollywood di beberapa daerah meminta warga untuk tidak memasak setiap hari.

Panasnya suhu udara menjadi alasan pemerintah di sebagian daerah mengeluarkan larangan memasak setiap hari tersebut. Menurut mereka, panas dari api yang digunakan untuk memasak bisa menambah panas suhu udara di wilayah tersebut.

Di wilayah timur Bihar, larangan memasak diberlakukan mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 6 sore. Pasalnya, tepat pada waktu itu suhu berada di titik maksimal panas.

Per bulan ini, di daerah timur Bihar ini hampir 79 orang tewas karena gelombang panas yang mencapai 40 derajat celcius.

Dilansir dari Asian Correspondent, Sabtu (30/4), tak hanya memasak yang dilarang di sana. Ritual agama Hindu yang identik dengan pembakaran kemenyan (dupa), juga dilarang sementara.

"Kegiatan bakar membakar sekarang ini hendaknya dihentikan sementara, kalau tidak, suhu akan semakin panas dan akan semakin banyak yang tewas," kata petugas penanggulangan bencana Vyas.

"Siapapun yang melanggar peraturan ini akan dikenakan hukuman penjara," lanjut dia.

Sebanyak 300 jiwa tewas akibat serangan gelombang panas. Sementara itu, 330 juta warga India lainnya berjuang untuk bisa bertahan hidup dari bencana ini.(Merdeka.com)

Komentar

Loading...