Diskriminasi Pemeriksaan Plat BL di Besitang

Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Banda Aceh, kembali melakukan razia rutin kenderaan bermotor diawal 2016 ini/Foto : T. Irawan
ilustrasi razia @acehportal.com

Takengon, (Acehportal) - Pemilik kendaraan plat BL asal Aceh yang hendak melintas di perbatasan Aceh-Sumut merasa mendapat tindakan diskriminasi oleh oknum polisi penjaga Pos Besitang.

Pasalnya, saat pemeriksaan, selain surat dan kelengkapan kendaraan yang ditanya, biasanya petugas juga mencari-cari kesalahan lain yang dirasa tidak perlu dan berujung pada denda.

Warga sebenarnya menghargai kerja petugas di lapangan, namun hendaknya tidak terlalu berlebihan. Terkait adanya perlakuan oknum petugas yang kurang pantas tersebut, petinggi kepolisian di daerah itu diharapkan bisa menertibkan anggotanya demi menjaga nama korp kepolisian di mata masyarakat.

Hal tersebut disampaikan salah seorang warga asal Aceh, Bobby kepada Analisa, Jumat (29/1). Ia pergi ke Kota Medan hendak mengantar sanak saudaranya untuk berobat, namun  sampai di perbatasan kendaraannya diberhentikan dan diperiksa. Kendati setelah diperiksa semua perlengkapan kendaraan lengkap, oknum polisi tersebut tidak serta merta menyuruh untuk melanjutkan perjalanan namun ia disuruh tunggu.

“Oknum polisi tersebut memperhatikan kendaraan saya, kesannya ingin mencari-cari kekurangan lain pada kendaraan saya. Yang lebih mengherankan ketika mobil plat BK melintas di hadapan kami, padahal sopirnya terlihat tidak menggunakan sabuk pengaman (seat-belt), kendaraan tersebut aman-aman saja melaju tidak distop,” kata Bobby.

Ia mengaku heran dan bertanya-tanya dalam hati, kenapa dan ada kesalahan apa dengan mobil yang berplat BL karena cukup banyak mobil plat BL yang disuruh berhenti waktu itu. Saat ditanya kepada petugas dikatakan tidak ada yang  dicari, pemeriksaan rutin biasa saja jawabnya.

“Pantas selama ini banyak pengendara yang memakai plat BL selalu menceritakan tentang diskriminasi yang dilakukan oleh oknum polisi di pos perbatasan Besitang terhadap pengendara plat BL,” ujar Bobby.

Ada Pembiaran

Dia berharap ada penertiban bagi petugas di lapangan oleh pejabat di kepolisian Sumatera Utara. Bila perlu ada tindakan tegas bagi oknum polisi yang terbukti melakukan pungutan liar. Ini terkesan ada pembiaran dan sudah banyak warga yang mengalami hal yang sama.

Ungkapan senada juga disampaikan, Lian, warga Takengon yang menyebutkan banyak kendaraan berplat BL menjadi sasaran oknum polisi di perbatasan Aceh-Sumut. Dulu sudah ada koordinasi antara Polda Aceh dengan Polda Sumatera Utara terkait pelemparan kendaraan plat BL dan pungutan liar ini, namun sayangnya saat ini kembali  terjadi.

“Saya juga heran dengan aksi oknum polisi di perbatasan tersebut, seakan-akan ada pembiaran. Buktinya, walau permasalahan ini sering mencuat di berbagai media atau media sosial belum ada respons dari pejabat di kepolisian,” tegasnya.

Lian menanbahkan, sedang berusaha mencari situs resmi Polda Sumatera Utara untuk menyampaikan keluhannya. Ia juga berpesan kepada warga yang hendak melintas dari Aceh menuju Medan untuk melengkapi kendaraannya demi kenyamanan dan keselamatan selama di perjalanan.(Analisa)

Komentar

Loading...