Pasutri di Aceh Utara Ini Tempati Rumah Tak Layak Huni

@dokumentasi

@dokumentasi
@dokumentasi

Lhoksukon, (Aceh Portal) - Pasangan suami istri Abdul Wahab (65) dan Mariati (55), penduduk Gampong (desa) Asan Krueng Kreh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, menempati rumah tidak layak huni berkonstruksi kayu dan berdinding tepas bambu serta beratap daun rumbiah.

Saat ditemui wartawan di kediamannya, baru-baru ini, Mariati mengaku selama bertahun-tahun bersama suaminya tinggal di rumah tersebut. Suaminya yang bekerja sebagai buruh tani tak mampu membangun rumah layak huni seperti warga pada umumnya.

“Beginilah kondisi gubuk kami, sekadar untuk berteduh dari sengatan matahari dan tidak kena hujan. Pada malam hari kami nyalakan lampu minyak tanah (lampu teplok). Pendapatan suami saya cukup untuk makan. Jika pemerintah mau membantu rumah untuk kami, saya sangat bersyukur,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Abdul Wahab yang menyebutkan, dia pernah didata dinas terkait sebagai penerima rumah bantuan. Namun, saat menunggu rumah dibangun, tiba-tiba alokasi bantuan untuknya diberikan kepada orang lain oleh oknbum yang tidak senang kepadanya.

Sementara, Ketua Lembaga Kalon Dhuafa Aceh (LKDA) Musfendi AR, mengaku menyayangkan kondisi yang menimpa pasutri ini.

“Rumah yang ditempati pasutri tersebut sungguh tidak layak huni. Kami sudah melakukan survei di semua kecamatan di Aceh Utara dan masih banyak rumah yang memprihatinkan bahkan hampir ambruk yang dihuni masyarakat,” katanya.

Padahal, Pemkab Aceh Utara setiap tahun mengalokasikan dana melalui dinas terkait dan baitul mal untuk pembangunan rumah duafa.

Sayangnya, program itu belum menyentuh masyarakat di pedalaman.

Belum lama ini, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib di hadapan ratuan keuchik mengimbau supaya jangan menandatangani pengurusan rumah bantuan jika rumah yang diserahkan tersebut kepada orang yang tak berhak menerima.

Sumber: analisadaily.com

Komentar

Loading...