Terkait Kasus Pencucian Uang, Polisi Sumut Lacak Jejak AKP Ichwan Lubis

AKP Ichwan Lubis. ©2016 facebook

AKP Ichwan Lubis. ©2016 facebook
AKP Ichwan Lubis. ©2016 facebook

Medan, (Acehportal) - Polda Sumatera Utara (Sumut) masih menelusuri rekam jejak (track record) Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Ichwan Lubis, yang disidik Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait kasus pencucian uang bandar narkoba. Rekam jejak ini akan jadi masukan dalam proses penyidikan.

"Sekarang lagi ditelusuri track record-nya termasuk track kariernya, nanti akan dijadikan masukan dalam penyidikan di sini (Polda Sumut), termasuk untuk kepentingan penyidikan di sana (BNN) mungkin. Kita akan koordinasi soal masalah itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, Senin (25/4).

Ichwan Lubis diamankan BNN karena disangka melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) bersama salah seorang bandar narkoba, Tjun Hin alias Ahin. Kepala BNN Komjen Budi Waseso menyatakan, Ichwan telah menerima Rp 2,3 miliar dari bandar narkoba bagian dari jaringan Malaysia-Aceh-Medan, setelah sebelumnya meminta Rp 8 miliar.

Setelah orang nomor satu di Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan ini diamankan dan dibawa BNN ke Jakarta, Helfi mengklaim aktivitas rutin di satuannya tidak terganggu.

"Tugas sehari-hari kan ada pelaksana harian, wakasat ya kan. Untuk pertanggungjawabannya Pak Kapolres, atasannya. Tidak masalah, tidak mengganggu aktivitas kegiatan rutin," sebut Helfi.

Dia menambahkan, kegiatan Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan berjalan seperti biasa. Bahkan operasi tetap berlangsung.

Menurut Helfi, sejauh ini belum ada koordinasi antara BNN dengan Polda Sumut setelah Ichwan dibawa ke Jakarta. Pihak Polda Sumut belum mengetahui hasil pemeriksaan perwira pertama itu. "Kalau soal materi silakan tanya langsung ke BNN sana," tandas Helfi.

Sementara pemeriksaan terhadap Ichwan di Propam Polda Sumut baru akan dilakukan setelah proses di BNN rampung.

"Kalau dia (Ichwan) melakukan pidana, ya nanti ada sanksinya. Di internal itu bisa disiplin bisa kode etik profesi tergantung bagaimana hasil penyidikannya," beber Helfi.

Helfi menegaskan, pengawasan di Polda Sumut sudah berjalan dengan baik. Namun, belajar dari kasus Ichwan, pengetatan akan dilakukan. "Ruang-ruang atau titik-titik mana ada potensi akan kita ketatkan," pungkas Helfi.(Merdeka.com)

Komentar

Loading...