PT. Semen Indonesia Sosialisasi Pembangunan Pabrik di Pidie

ilustrasi pabrik semen: acehportal.com

foto : acehportal.com
foto : acehportal.com

Pidie, (Acehportal) - Menjelang ground breaking pabrik di Lawueng, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, pada awal Mei pekan depan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMI) tidak hanya giat melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan ring I pabrik, tetapi sosialisasi juga dilakukan kepada para wartawan selama tiga hari sejak Senin (18/4) hingga Rabu (20/4).

Manajemen SMI mengundang puluhan wartawan Aceh dari berbagai media cetak dan elektronik termasuk wartawan Harian MedanBisnis untuk berkunjung ke pabrik SMI di Gresik dan Tuban di Jawa Timur.

Setelah sosialisasi di Kantor SMI di Gresik, wartawan diajak mengunjungi Pabrik Semen Gresik di Tuban. Kegiatan kunjungan pabrik dilakukan karena sebagian wartawan masih ada yang kurang memahami bagaimana profile dari pabrik yang akan dibangun, serta multipliyer effect yang akan dirasakan masyarakat dengan kehadiran pabrik semen tersebut..

Tim project Lawueng intens memberikan informasi soal pembangunan proyek serta terus membangun komunikasi baik dengan masyarakat maupun wartawan soal pembangunan pabrik.

Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk membangun pabrik sekitar tiga tahun dan pembangunannya akan dimulai pada tahun 2016. Sementara bahan baku di Laweung mempunyai potensi produksi semen 150-200 tahun.

"Hal ini penting diketahui oleh wartawan, karena melalui tulisan wartawan lah sesuatu yang belum jelas akan mudah dipahami masyarakat, bagaimana dampak positif hadirnya sebuah pabrik semen besar di daerah itu. Termasuk, bagaimana pengelolaan lingkungannya" kata Sigit Wahyono yang didampingi sejumlah pejabat PT Semen Indonesia dalam pertemuan dengan wartawan di kantor SMI Gresik, Senin (18/4).

Diperkirakan produksi pabrik semen di Lawueng akan mencapai 3 juta ton per tahun. Karena itu pihak perusahaan berharap agar warga dapat menangkap peluang maupun program-program yang akan dijalankan, sehingga tercipta keseimbangan dan kerjasama yang baik. Sebaliknya, SMI juga akan mengakomodasi aspirasi masyarakat desa, untuk dilibatkan dalam pekerjaan pembangunan proyek pabrik.

Menurut Kabiro Bina Lingkungan Slamet Mursidiarso, untuk memenuhi keinginan masyarakat agar bisa berperan aktif dalam pengerjaan proyek pabrik di Lawueng, perusahaan melalui program CSR akan membekali masyarakat dengan berbagai macam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam pemberdayaan usaha kecil.

Namun pihak perusahaan juga akan melakukan kegiatan sosialisasi bagi masyarakat, mengingat sebagian warga desa sekitar ring 1 (paling dekat dengan pabrik), juga masih ada yang kurang memahami bagaimana profile dari pabrik yang akan dibangun di Lawueng,

Pada kesempatan itu dijelaskan juga, kehadiran pabrik semen dikawasan Gresik dan Tuban telah merubah perekonomian masyarakat setempat.

Pasalnya perusahaan secara intens melakukan kegiatan Program Kemitraan yang mareka fokuskan dibidang ekonomi terutama di empat lokasi pabrik. Pada tahun 2015 misalnya, Perusahaan Semen Indonesia memiliki lebih 16 ribu mitra binaan dengan total omzet mitra binaan mencapai Rp 433 miliar.

Sedangkan setahun sebelumnya, 2014 mitra binaan bertambah 2.473 mitra binaan. Adapun realisasi penyaluran dana program kemitraan sampai akhir tahun 2013 sebanyak Rp 487, 3 miliar dan di tahun 2014 disalurkan Rp 65,7 miliar. Sehingga sampai akhir tahun 2014 total dana program kemitraan yang sudah disalurkan mencapai Rp 546 miliar.

"Nah, hal ini juga akan kita dilakukan di Lawueng, karena perusahaan merasa mempunyai tanggung jawab terhadap kebangkitan ekonomi masyarakat sekitar pabrik di sana," ujarnya.(MedanBisnis)

Komentar

Loading...