Honor Keuchik di Aceh Utara Selalu Telat Dibayar

cropped-AP-Logo-Main-notext.pngLhoksukon, (Aceh Portal) -  Meski sudah memasuki April 2016, jerih atau honor keuchik (kepala desa) di Aceh Utara belum dicairkan pemkab se­tempat. Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, baru-baru ini, mengaku akan men­cairkan honor tersebut secepatnya.

“Jerih keuchik selalu lambat dicairkan. Jika bukan dua bulan sekali, kami menerimanya empat bulan sekali, padahal beban keuchik sangat berat,” ujar salah seorang keuchik di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara kepadaAnalisa, Senin (18/4).

“Dalam sosialisasi tentang dana desa belum lama ini, bupati memintakeuchik untuk bekerja profesional. Saya rasa kami tak bisa kerja profesional jika gaji selalu lambat dibayar,” tambahnya.

Dia berharap Pemkab Aceh Utara men­cairkan jerih keuchik setiap bulan secara tepat waktu. Meski demikian, dia mengaku para keuchik tetap bekerja dengan baik dan bertanggung jawab walaupun jumlah ho­nor itu sebesar Rp1 juta/bulan.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Asosiasi Geuchik Aceh Utara (Asgara) yang menyatakan, lambannya pencairan honor keuchik karena pemkab lamban mengajukannya.

Ke depan, pihaknya mengharapkan pemerintah lebih cepat mengajukannya.Keuchik juga diminta lebih fepat mengajukan usulan anggaran dana gampong (ADG) agar honor cepat dicairkan.

Sementara, implementasi dana desa yang sudah memasuki tahun kedua diharapkan tidak semata fokus untuk pembangunan infra­struktur di gampong, namun juga digunakan untuk mengantisipasi peng­angguran seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat termasuk pengelolaanya dilakukan oleh masyarakat setempat.

Tokoh masyarakat Aceh Utara, Abdul Rafar (40) kepada wartawan, Senin (18/4) me­nyebutkan, di desa banyak sarjana pengang­guran yang semestinya dilibatkan dalam implementasi dana desa, termasuk aparatur desa, daripada harus melibatkan pihak luar seperti konsultan yang disediakan oleh pihak kecamatan.

Menyangkut oknum pegawai negeri si­pil di Kantor Camat Jambo Aye yang di­sinyalir melakukan penyelewengan dana desa, dia meminta Pemkab Aceh Utara untuk memindahkan yang bersangkut­an.

Kepada penegak hukum, dia mengharapkan supaya menindak tegas sejumlah oknum yang terindikasi menyelewengkan dana desa di Jambo Aye seperti terungkap di media massa belum lama ini agar muncul efek jera dan menjadi pelajaran bagi pihak lain.

Secara terpisah, Wakil Ketua Forum Keuchik Kecamatan Matang Kuli, Sofyan mengatakan, sikap Bupati Muhammad Thaib yang menyebutkan akan memberhentikan keuchik yang terlibat penyelewengan dana desa merupakan hal yang sewajarnya dilakukan pimpinan agar implementasi dana desa berjalan sesuai harapan.

Sumber: analisadaily.com

Komentar

Loading...